Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bisa Tingkatkan Daya Saing Industri Hijau
Industri Pulp Dan Kertas Dukung Penguatan Pasar Karbon Kehutanan
Selasa, 12 Mei 2026 23:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mendukung pengembangan pasar karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi guna memperkuat daya saing industri hijau Indonesia di pasar global.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Business Forum on Carbon Market yang digelar di New York, Amerika Serikat, Senin (11/5/2026) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan United Nations Forum on Forests 2026.
Ketua APKI Suhendra Wiriadinata mengatakan, terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 menjadi fondasi penting bagi dunia usaha untuk memperluas kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri pulp dan kertas Indonesia.
“Industri pulp dan kertas Indonesia menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi dan kerangka tata kelola yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan,” ujar Suhendra dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Baca juga : Rayakan Cahaya Perempuan Indonesia, Perhimpunan Kebayaku Hadirkan Prabha Kartini
Menurut dia, karbon merupakan nilai tambah yang melengkapi peran utama industri pulp dan kertas sebagai penghasil produk berbasis serat terbarukan yang dibutuhkan pasar global.
Ia menjelaskan, industri pulp dan kertas terus memperkuat kontribusi terhadap transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pengelolaan hutan tanaman industri berkelanjutan, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, hingga inovasi produk yang dapat diperbarui dan didaur ulang.
“Produk pulp dan kertas berbasis serat terbarukan merupakan bagian penting dari solusi iklim karena dapat menggantikan material berbasis fosil, mendukung pengurangan emisi, serta menjawab kebutuhan pasar global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Suhendra menambahkan, pasar karbon yang kredibel dapat mendorong investasi lebih besar dalam restorasi gambut, rehabilitasi hutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan operasional industri.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Pasar Murah dan Edukasi Kesehatan Bagi Perempuan
Menurut dia, keberhasilan pasar karbon sangat bergantung pada integritas proyek, transparansi pengukuran, kejelasan metodologi, serta penerimaan pasar domestik maupun internasional.
“APKI bersama seluruh anggota berkomitmen mendukung pengembangan kredit karbon berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional, memberikan manfaat lingkungan yang nyata, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial,” ujar Suhendra.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, Indonesia tengah memasuki babak baru pengelolaan hutan, di mana nilai ekonomi hutan tidak lagi hanya bertumpu pada kayu, tetapi juga karbon, keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menyebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 untuk memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan sekaligus memperkuat implementasi multiusaha kehutanan.
Baca juga : Lindungi Industri Tahu Tempe, Pemerintah Pastikan Harga Kedelai Terkendali
Forum bisnis tersebut dihadiri perwakilan pemerintah Indonesia, pelaku usaha kehutanan, investor internasional, asosiasi perdagangan emisi, dan sejumlah mitra strategis dari Amerika Serikat.
Melalui forum itu, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat posisi sektor kehutanan sebagai bagian penting dalam agenda mitigasi perubahan iklim global sekaligus membuka peluang kolaborasi investasi hijau guna mendukung target FOLU Net Sink 2030 dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya