Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca MSCI Umumkan Review Index Balancing
Bos OJK: Pasar Modal RI Tetap Stabil Dan Resilien
Sabtu, 16 Mei 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap stabil dan resilien meski terjadi perubahan komposisi (rebalancing) pada Index Review Rebalancing yang dirilis Morgan Stanley Capital International (MSCI). Perubahan tersebut merupakan mekanisme review yang dialami banyak negara.
OJK memastikan terus memantau pergerakan pasar modal domestik pasca-pengumuman Index Review Rebalancing yang dirilis MSCI.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme review berkala yang didasarkan pada sejumlah parameter. Seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham.
“Rebalancing ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga hampir seluruh pasar Asia-Pasifik pada review kali ini,” kata Kiki-sapaan Friderica dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).
Baca juga : Anggota BRICS Kompak Dong Hadapi Krisis Global
Kiki mencontohkan, pada MSCI Global Standard Index, Jepang mengalami 14 emiten keluar, Taiwan 7 emiten keluar, Malaysia 6 emiten keluar, Korea Selatan 3 emiten keluar. Bahkan China meskipun menambah 22 emiten, namun mengalami 24 emiten keluar.
Hal ini mencerminkan adanya penyesuaian global portfolio allocation, dan dinamika pasar yang cukup luas di berbagai negara dan bukan semata isu spesifik Indonesia.
“Kami memandang ini sebagai momentum untuk terus memperkuat integritas dan pendalaman pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Kiki juga memastikan, OJK bersama seluruh stakeholders akan terus mendorong penguatan market integrity, peningkatan free float dan likuiditas, perluasan basis investor, serta penguatan governance emiten agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan.
Baca juga : CFD Di Jl Rasuna Said Akan Dimulai Lebih Pagi
Menurut mantan bos Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ini, fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilien dan stabil, sehingga volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak mengubah komitmen OJK untuk terus mewujudkan pasar modal yang sehat, transparan, dan kredibel bagi investor domestik maupun global.
“Ke depan, OJK juga terus memperkuat koordinasi dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) dan pemangku kepentingan, guna memastikan bahwa pasar modal Indonesia semakin atraktif, likuid, dan investable dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, hasil rebalancing yang diumumkan MSCI Rabu (13/5/2026) telah diantisipasi sebelumnya.
Menurutnya, keluarnya sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan OJK dan SRO.
Baca juga : Target Sama, Beban Beda
“Secara struktural, ini tentu akan memiliki implikasi jangka pendek, berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya