Dark/Light Mode

BPDP-Aspekpir Latih Petani Sawit Buat Pakan Ternak & Biochar Di Kabupaten Paser

Minggu, 17 Mei 2026 21:09 WIB
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono bersama peserta mengikuti pelatihan pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak dan biochar di Desa Sawit Jaya, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (12/5/2026). Pelatihan yang digelar BPDP dan Aspekpir Indonesia itu bertujuan meningkatkan nilai tambah sawit bagi petani dan UMKM. Dok. BPDP
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono bersama peserta mengikuti pelatihan pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak dan biochar di Desa Sawit Jaya, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (12/5/2026). Pelatihan yang digelar BPDP dan Aspekpir Indonesia itu bertujuan meningkatkan nilai tambah sawit bagi petani dan UMKM. Dok. BPDP

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat Indonesia (Aspekpir Indonesia) menggelar pelatihan pengolahan daun sawit menjadi pakan ternak dan pembuatan biochar dari tandan kosong sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, 12-13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis sawit di daerah.

Workshop yang dipusatkan di Desa Sawit Jaya itu diikuti sekitar seratusan peserta. Mereka berasal dari kalangan petani sawit plasma, perwakilan koperasi petani sawit, hingga pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono, Ketua Aspekpir Kalimantan Timur Aliyadi, Analis Senior Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, General Manager PTPN IV Regional 5 Wilayah Kalimantan Timur Mohamad Agung, serta Kepala Desa Sawit Jaya Nasrullah.

Kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni General Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional 3 Riau Ferri P Lubis, Pengawas Mutu Pakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur Dewi Eka Nur Anisa, Yayasan Aghatis Dammara Karbon M Mirza Arif, serta PT Perfecta Lintas Semesta Arif Firmansyah.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapat pelatihan langsung membuat pakan ternak berbahan daun sawit dan praktik membuat biochar atau arang organik dari tandan kosong sawit skala UMKM. Program itu diarahkan untuk mendukung Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA).

Baca juga : Pasokan Pupuk Aman, Harga Gabah Membaik

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono mengatakan, pelatihan berlangsung hangat dan mendapat antusias tinggi dari para peserta.

Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan sawit tidak hanya berkontribusi bagi sektor perkebunan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Djoko juga menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang terus mendukung pengembangan sawit rakyat melalui berbagai program strategis, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia, hingga pelatihan bagi petani.

“Program seperti ini membantu petani melihat potensi baru dari sawit,” ujarnya dalam keterangan persnya dikutip Minggu (17/5/2026).

Dia menjelaskan, Kabupaten Paser menjadi daerah pertama di Kalimantan Timur yang mengembangkan perkebunan sawit rakyat sejak era 1980-an. Saat ini, ribuan hektare kebun sawit tua di daerah tersebut telah mendapatkan program peremajaan sawit rakyat.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas perkebunan sawit di Kabupaten Paser mencapai sekitar 180 ribu hektare. Namun di lapangan diperkirakan telah menembus lebih dari 250 ribu hektare.

Baca juga : PTPN III (Persero) Raih Penghargaan Transaksi B2B PaDi UMKM Terbaik 2025

Pemerintah daerah berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani terus diperkuat agar kesejahteraan petani sawit meningkat melalui program pembinaan dan kemitraan berkelanjutan.

Analis Senior Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat menuturkan, BPDP terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan sektor sawit nasional melalui berbagai program yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurut dia, dana yang dihimpun dari pungutan ekspor sawit dikembalikan untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sektor perkebunan.

“Dana sawit dikembalikan lagi untuk kepentingan petani dan masyarakat,” tuturnya.

Anwar juga menjelaskan, salah satu program unggulan BPDP adalah Peremajaan Sawit Rakyat dengan dukungan pendanaan hingga Rp 60 juta per hektare untuk meningkatkan produktivitas petani.

Selain itu, BPDP juga menjalankan program beasiswa sawit untuk mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perkebunan serta mendukung riset dan hilirisasi produk sawit nasional.

Baca juga : Serap Aspirasi Petani Lampung, Menko Pangan Perkuat Pupuk & Harga Panen

Ketua DPD I Aspekpir Kalimantan Timur Aliyadi menyampaikan apresiasi kepada BPDP atas dukungan terhadap pelatihan pengolahan daun sawit dan pembuatan biochar tersebut.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata meningkatkan kapasitas petani sawit plasma anggota Aspekpir Indonesia dalam mengembangkan usaha berbasis sawit yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Inovasi sawit seperti biochar dan pakan ternak memberi manfaat ekonomi dan lingkungan,” kata Aliyadi.

Aliyadi menilai pemanfaatan biomassa sawit menjadi produk bernilai tambah dapat membuka peluang usaha baru bagi petani sekaligus mendukung pertanian dan peternakan berkelanjutan di daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.