Dark/Light Mode

Bawa Oleh-oleh Dari Belarus

Airlangga Teken MoU Kerja Sama Senilai 7 T

Senin, 18 Mei 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich (kedua kanan) menandatangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus sebagai komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan terarah di Minsk, Belarus, Sabtu (16/5/2026). Foto: Tim Dokumentasi Kemenko Perekonomian.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) bersama Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich (kedua kanan) menandatangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus sebagai komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan terarah di Minsk, Belarus, Sabtu (16/5/2026). Foto: Tim Dokumentasi Kemenko Perekonomian.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Belarus memperkuat hubungan ekonomi melalui penandatanganan lima Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai total Rp 7 triliun. Kesepakatan tersebut diteken dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi di Minsk, Belarus, Kamis (15/5/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Agreed Minutes SKB ke-8 oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich. MoU kerja sama tersebut merupakan oleh-oleh yang dibawa Airlangga dari kunjungannya ke Belarus.

Lima MoU tersebut meliputi kerja sama antara PT Pupuk Indonesia dengan Nedra Nezhin, PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, PT Indonesia Belarus Jaya dengan Energi Complekt, PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Dolomite, serta PT Indonesia Belarus Jaya dengan Belindo Trade.

“Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus,” kata Airlangga seperti dikutip, Minggu (17/5/2026).

Baca juga : Pertamina Kelola Potensi Besar Limbah Migor SPPG

Menurut Airlangga, penandatanganan Agreed Minutes menjadi penanda komitmen kedua negara untuk memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian SKB ke-8.

Kesepakatan tersebut juga diharapkan memastikan seluruh agenda kerja sama dapat ditindaklanjuti secara sistematis dan berorientasi pada hasil nyata.

Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas berbagai sektor kerja sama. Mulai dari perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga pariwisata.

Agreed Minutes menjadi instrumen penting untuk mempercepat pelaksanaan proyek kerja sama yang siap diimplementasikan. Pertemuan bilateral juga membahas penguatan kolaborasi di sektor perdagangan dan pangan,” jelas Airlangga.

Baca juga : Pram Punya PR Berantas Judol & Prostitusi Anak

Pemerintah Indonesia turut menyambut rencana kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada awal Juli 2026.

Saat ini, kedua negara tengah mematangkan sejumlah agenda strategis. Termasuk penyelesaian Peta Jalan (Roadmap) Kerja Sama Belarus-Indonesia.

Belarus dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung agenda industrialisasi, ketahanan pangan, dan diversifikasi pasar Indonesia. Negara tersebut memiliki basis industri manufaktur yang kuat dengan kontribusi sektor manufaktur sekitar 20,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2024.

Selain itu, Belarus dikenal unggul dalam pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian dengan tingkat swasembada pangan mencapai 96 persen. Pengalaman Belarus di bidang teknologi pertanian diharapkan dapat mendukung modernisasi sektor pertanian Indonesia dan mempercepat pencapaian ketahanan pangan nasional.

Baca juga : Cristiano Ronaldo, Lanjut Puasa Gelar

Viktor Karankevich menyampaikan komitmen Belarus untuk terus memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian, dan teknologi, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha kedua negara.

Perdana Menteri (PM) Belarus Alexander Turchin juga menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia. Belarus turut mendukung pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Minsk guna memperlancar hubungan bilateral kedua negara.

Kedua pihak juga membahas implementasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St Petersburg. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Senin, 18 Mei 2026 dengan judul "Bawa Oleh-oleh Dari Belarus Airlangga Teken MoU Kerja Sama Senilai 7 T"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.