Dark/Light Mode

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi

Selasa, 19 Mei 2026 21:18 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina bersama Sustainability Center Universitas Pertamina (SCUP) menggelar Sokoguru Policy Forum di Jakarta, Selasa, guna membahas strategi penguatan ketahanan dan transisi energi nasional.

Forum bertema “Peningkatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional melalui Transformasi Strategis Pertamina” itu menjadi wadah dialog lintas sektor yang melibatkan akademisi, regulator, praktisi, dan pengamat energi nasional.

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Dadan Kusdiana mengatakan ketahanan energi nasional perlu diperkuat melalui swasembada energi dan hilirisasi.

Menurut dia, langkah tersebut mencakup peningkatan penyediaan energi, perluasan akses pelayanan energi, percepatan transisi energi, serta pengembangan hilirisasi nasional.

“Kementerian ESDM mengapresiasi peran Pertamina sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan transisi energi melalui penguatan hulu migas, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan hilirisasi dan petrokimia, pengembangan energi baru terbarukan, serta dekarbonisasi,” ujar Dadan.

Baca juga : Perindo Jawa Timur Incar Suara Kalangan Santri di 2029

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Oki Muraza mengatakan, nama Sokoguru Policy Forum terinspirasi dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Pertamina sebagai sokoguru ketahanan energi dan ekonomi nasional.

Ia menambahkan pengembangan proyek dan kebijakan strategis Pertamina harus berbasis data, fakta lapangan, dan ilmu pengetahuan atau evidence-based policy.

Komisaris Independen Pertamina Raden Adjeng Sondaryani mengatakan penguatan ketahanan energi merupakan proses panjang yang dipengaruhi dinamika global, disrupsi teknologi, dan kompleksitas geopolitik.

Menurut dia, strategi tersebut terus dijalankan Pertamina melalui Dual Growth Strategy sebagaimana tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyoroti pentingnya penguatan rantai nilai transisi energi melalui optimalisasi sektor hulu migas, pengembangan energi rendah emisi, dan percepatan implementasi Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Baca juga : Timwas Haji DPR Fokus Awasi Layanan Transportasi

“Forum ini menekankan pentingnya dialog strategis dan knowledge sharing secara kolaboratif dan berkelanjutan sebagai fondasi pembentukan kebijakan energi nasional,” ujar Agung.

Dalam forum tersebut juga digelar diskusi panel yang menghadirkan Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Senior Fellow SCUP Retno Gumilang Dewi, Pengamat Hulu Migas Benny Lubiantara, serta Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro.

Para panelis membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan sektor hulu migas, optimalisasi produksi migas nasional, pengembangan gas sebagai energi transisi, hilirisasi energi, hingga pengembangan biofuel dan biorefinery.

Hendra Gunawan menekankan pentingnya penguatan regulasi subsektor migas yang adaptif guna mendukung ketahanan energi nasional.

Sementara Benny Lubiantara menilai penurunan produksi migas nasional memerlukan reformasi fiskal dan percepatan penerapan teknologi seperti enhanced oil recovery, eksplorasi, dan migas nonkonvensional.

Baca juga : Prabowo: Negara Kuat Harus Punya Ketahanan Pangan Yang Kokoh

Retno Gumilang Dewi menambahkan pengembangan bio-based fuel dan biorefinery penting untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi domestik.

Adapun Komaidi Notonegoro menyoroti pentingnya pemodelan ekonomi energi nasional serta distribusi energi yang merata dan efisien di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai penutup forum, Pertamina menyerahkan policy paper hasil kajian akademis Senior Fellow SCUP kepada Kementerian ESDM sebagai masukan kebijakan bagi sektor energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.