Dark/Light Mode

OJK : Kinerja Perbankan Punya Daya Tahan Solid di Tengah Gejolak Geopolitik

Selasa, 5 Mei 2026 19:51 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. (Foto: Dok. OJK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga, meskipun dunia masih dibayangi ketidakpastian kondisi geopolitik.

Tercatat pada Maret 2026, kredit tumbuh sebesar 9,49 persen yoy menjadi sebesar Rp 8.659 triliun dibanding Februari 2026 sebesar 9,37 persen yoy.

“Kinerja keuangan secara keseluruhan masih menunjukkan daya tahan yang solid, meski mulai terlihat tanda-tanda normalisasi di sejumlah indikator utama,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDK) OJK secara virtual, Selasa (5/5/2026).

Dian membeberkan, berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 20,85 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi sebesar 5,88 persen, sedangkan Kredit Modal Kerja sebesar 4,38 persen.

Baca juga : RI–Jepang Teken DCA, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Di Tengah Gejolak Global

Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 14,88 persen yoy.

Sementara itu kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,12 persen yoy (di mana pada Februari 202 terkontraksi sebesar 0,56 persen yoy).

Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 13,66 persen yoy. Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,33 persen.

Per Maret 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh sebesar 24,20 persen yoy menjadi Rp28,3 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 30,81 juta.

Baca juga : Data Tunjukkan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Di Tengah Tekanan Global

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,55 persen yoy menjadi Rp10.231 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 21,37 persen yoy, 11,57 persen yoy, dan 8,36 persen yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Maret 2026 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 122,55 persen dan 27,85 persen.

“Angka ini masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen,” ujar Dian.

Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 193,64 persen, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 128,84 persen.

Baca juga : Bamsoet Ajak IKAL Lemhannas Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,14 persen dan NPL net terjaga di 0,83 persen. Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,94 persen. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,47 persen.

“Setelah memperhitungkan pembagian dividen, indikator permodalan (CAR) tercatat sebesar 25,09 persen menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.