Dark/Light Mode

Mekaarpreneur PNM Buka Jalan UMKM Ultra Mikro Naik Kelas

Rabu, 20 Mei 2026 20:49 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Mekaarpreneur yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuktikan bahwa pemberdayaan usaha ultra mikro tidak cukup hanya dengan pembiayaan.

Pendampingan, pelatihan, hingga penguatan mental usaha menjadi faktor penting yang membantu pelaku UMKM berkembang dan naik kelas.

Di tengah tantangan akses pembiayaan bagi usaha ultra mikro, banyak pelaku usaha sebenarnya memiliki produk potensial dan daya juang tinggi.

Namun, keterbatasan pengetahuan bisnis, akses pasar, dan minimnya pendampingan sering membuat usaha mereka sulit berkembang.

Baca juga : Gubernur Pramono: Jakarta Masih Ibu Kota Negara

Melalui program Mekaarpreneur, PNM menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya fokus pada modal usaha, tetapi juga pengembangan kapasitas pelaku usaha melalui inkubasi bisnis yang terarah.

Program ini mencakup pelatihan, penguatan mental usaha, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran dan branding.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Yuliana Dewi Putri, pelaku usaha produk herbal drink.

Setelah mengikuti berbagai pelatihan dan inkubasi usaha dalam program Mekaarpreneur, usahanya berkembang pesat hingga berhasil meraih Juara 1 tingkat Bekasi-Jakarta.

Baca juga : Polri Temukan Unsur Pidana, Kecelakaan Kereta Api Di Bekasi Naik Ke Penyidikan

“Saya mendapatkan banyak ilmu, teman, dan pengalaman luar biasa. Saya diajarkan cara branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan teman-teman yang lain. Ilmu yang saya dapat bisa saya bagikan ke anggota kelompok,” ujar Yuliana.

PNM menilai, pencapaian para nasabah Mekaarpreneur bukan sekadar kemenangan kompetisi, melainkan simbol perubahan pola pikir dan keberanian untuk berkembang.

Para peserta mendapatkan pengalaman baru seperti mempresentasikan usaha, memahami strategi bisnis, membangun branding, hingga masuk dalam ekosistem kewirausahaan yang lebih profesional.

Pendampingan tersebut dinilai memberikan dampak yang lebih besar dibanding sekadar bantuan modal.

Baca juga : Sekolah Rakyat Buka Jalan Mimpi Anak Ojol Jadi Data Analyst

Para pelaku usaha merasa memiliki ruang belajar, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang lebih jauh.

Di lapangan, tantangan usaha ultra mikro tidak hanya soal keterbatasan modal. Banyak pelaku usaha menghadapi rendahnya literasi bisnis, keterbatasan akses pasar, lemahnya pengelolaan keuangan, hingga kurangnya kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha.

Karena itu, pendekatan pemberdayaan menjadi sangat penting. Pembiayaan menjadi pintu masuk, sementara pendampingan menjadi jembatan menuju keberlanjutan usaha.

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaku usaha ultra mikro agar mampu tumbuh, mandiri, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas diri serta perluasan kesempatan usaha.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.