Dark/Light Mode

Command Center Awasi Rantai Pasok Pupuk Subsidi

Pupuk Indonesia Jamin Distribusi Tepat Sasaran

Senin, 25 Mei 2026 06:40 WIB
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira (kedua dari kiri) bersama SVP Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati (kiri), SVP Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati (kedua dari kanan) dan VP Perencanaan Penjualan & Penagihan PSO Anggy Fajar Maghfiroh saat menunjukkan pergerakan pupuk kepada awak media, di Command Center, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dwi Ilhami/rm.id)
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira (kedua dari kiri) bersama SVP Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati (kiri), SVP Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati (kedua dari kanan) dan VP Perencanaan Penjualan & Penagihan PSO Anggy Fajar Maghfiroh saat menunjukkan pergerakan pupuk kepada awak media, di Command Center, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dwi Ilhami/rm.id)

 Sebelumnya 
Dengan pemantauan terintegrasi mulai dari proses produksi hingga distribusi, Pupuk Indonesia mampu menjaga ketersediaan stok pupuk nasional tetap dalam kondisi aman. 

Sekadar informasi, hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat sebanyak 1,17 juta ton yang terdiri dari berbagai jenis pupuk. 

Senada dengan Veronika, Senior Vice President (SVP) Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati menyampaikan, setelah melewati proses distribusi dari pabrik hingga PPTS, aplikasi iPubers menjadi bagian akhir dalam penyaluran pupuk subsidi kepada petani. 

“Melalui iPubers, petani yang berhak cukup membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk melakukan penebusan di PPTS, sehingga proses penyaluran menjadi lebih mudah, tertib, dan tepat sasaran,” jelas Yetty. 

Baca juga : Kasus Korupsi Tambang Bauksit, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru

“Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dimonitor setiap bulan melalui integrasi sistem tersebut,” katanya. 

Data yang tercatat melalui iPubers mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan, sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih akuntabel. Integrasi tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap anomali penebusan maupun potensi penyimpangan distribusi. 

Vice President Perencanaan Penjualan & Penagihan Public Service Obligation (PSO) Pupuk Indonesia Anggy Fajar Maghfiroh menambahkan, perseroan juga tetap melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan sesuai ketentuan. 

Tantangan Global 

Dalam kunjungan tersebut, Yehezkiel juga menjawab beberapa tantangan serta isu global hingga nilai tukar rupiah, yang akan berdampak pada harga hingga distribusi pupuk di dalam negeri. 

Baca juga : Situasi Makro Lebih Baik, Fundamental Lebih Kuat

Dia menegaskan, perusahaan berkomitmen untuk memastikan pupuk subsidi tidak terdampak pelemahan nilai tukar rupiah. 

Dari alokasi 9,84 juta ton, Pupuk Indonesia telah merealisasikan 3,74 juta ton, menyisakan sekitar 6,1 juta ton yang masih dapat ditebus oleh petani yang memenuhi syarat. 

Fokus perusahaan saat ini adalah melakukan efisiensi internal untuk menghadapi fluktuasi harga bahan baku impor. 

Menurut Yehezkiel, stok bahan baku impor juga telah dikunci kontraknya untuk menjaga harga hingga akhir tahun. Meskipun demikian, tantangan terkait harga gas sebagai komponen biaya produksi utama (sekitar 70 persen), masih menjadi perhatian. 

Baca juga : Ingat, Kereta Api Nggak Bisa Berhenti Mendadak

“Pupuk Indonesia berharap alokasi gas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dapat diperluas untuk menjaga harga produksi pupuk, terutama yang non-subsidi,” ucapnya. 

Untuk itu, tegas Yehezkiel, digitalisasi menjadi kunci efisiensi dalam proses bisnis Pupuk Indonesia. Sistem e-Planning dan Command Center memungkinkan pemantauan distribusi secara real-time, identifikasi bottleneck, dan pengambilan keputusan alternatif distribusi. 

“Hal ini berdampak pada efisiensi biaya distribusi yang signifikan. Termasuk transportasi dan warehousing,” jelasnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.