Dark/Light Mode

PTPN IV PalmCo-BRIN Kembangkan Gas Limbah Sawit Kurangi Impor LPG

Rabu, 27 Mei 2026 13:20 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo kini mengembangkan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG). Foto: PalmCo
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo kini mengembangkan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG). Foto: PalmCo

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemanfaatan limbah sawit kian dilirik sebagai salah satu solusi energi alternatif pengganti LPG impor. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PTPN IV PalmCo kini mengembangkan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG), gas berbasis limbah kelapa sawit yang diproyeksikan dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

Energi tersebut diolah dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) serta biomassa tandan kosong sawit. Setelah melalui proses pemurnian, gas biomethana itu disebut memiliki kualitas setara compressed natural gas (CNG) atau gas alam terkompresi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, pengembangan Bio-CBG menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah limbah sawit.

Menurutnya, selama ini limbah sawit lebih sering dipandang sebagai persoalan lingkungan. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi baru.

“Limbah sawit sekarang bisa menjadi sumber energi baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya di Jakarta, dikutip Rabu (27/5/2026).

Jatmiko menjelaskan, proyek bersama BRIN difokuskan pada pengolahan limbah sawit menjadi biomethana berkadar tinggi yang dapat digunakan sebagai pengganti LPG maupun bahan bakar fosil lainnya.

Baca juga : PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Kembangkan Bioenergi Sorgum

Dia menyebut, Bio-CBG pada dasarnya merupakan “kembaran hijau” dari gas alam terkompresi karena memiliki fungsi yang hampir sama. “Bio-CBG ini pada dasarnya merupakan kembaran hijau dari CNG dengan fungsi serupa,” katanya.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah yang terus menekan ketergantungan impor energi, terutama LPG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyatakan pemanfaatan gas domestik menjadi salah satu strategi penting mengurangi impor energi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya gas dan dukungan industri yang cukup untuk memperkuat penggunaan energi berbasis gas di dalam negeri. “Gasnya ada di kita dan industrinya juga tersedia di dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan terkait program substitusi energi impor.

PalmCo saat ini tengah menyusun peta jalan pengembangan energi hijau berbasis sawit. Salah satu proyek yang sedang berjalan ialah pembangunan fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatera Utara.

Bekerja sama dengan perusahaan mitra, PalmCo menargetkan pembangunan 17 instalasi Bio-CBG hingga 2029. Pada tahun ini, perusahaan juga merencanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking delapan proyek baru.

Menurut Jatmiko, pengembangan tersebut dilakukan bertahap agar fasilitas pengolahan limbah sawit nantinya tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menghasilkan gas siap pakai untuk berbagai kebutuhan energi. “Harapannya limbah sawit bisa menghasilkan gas siap pakai untuk industri dan transportasi,” tuturnya.

Baca juga : PTPN IV PalmCo Uji Pemanfaatan Satelit Jepang untuk Pantau Sawit Lebih Presisi

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, biomethana berbasis sawit dinilai menjadi peluang baru bagi industri perkebunan Indonesia. Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia menghasilkan limbah cair dan biomassa dalam jumlah besar setiap tahun.

Dalam proses alami, limbah cair sawit menghasilkan gas metana yang memiliki dampak emisi lebih besar dibanding karbon dioksida. Oleh sebab itu, penangkapan gas metana yang diolah menjadi energi dipandang mampu menekan emisi sekaligus menciptakan energi alternatif baru.

Dari sisi teknologi, BRIN melakukan audit energi dan evaluasi teknis di sejumlah fasilitas PalmCo, termasuk di Pabrik Kelapa Sawit dan Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau. Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN Hens Putra mengatakan, sektor sawit memiliki potensi besar mendukung agenda transisi energi nasional apabila limbahnya dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kajian ini bukan hanya menghitung potensi energi tetapi juga meningkatkan efisiensi pengolahan limbah sawit,” ungkapnya.

Menurut Hens, pengembangan Bio-CBG berbasis sawit juga sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana dan menghasilkan produk turunan bernilai tambah.

BRIN juga melihat peluang pengembangan kawasan inovasi berbasis industri sawit atau technopark yang mengintegrasikan riset, pengolahan limbah, dan pengembangan energi baru terbarukan. “Kami berharap model ini bisa direplikasi secara nasional untuk energi berbasis sawit,” katanya.

Baca juga : Coway Kenalkan Squarebig dan Squarefit Pemurni Udara

Sementara itu, Peneliti Energi BRIN Samuel Pati Senda menjelaskan, hasil audit lapangan di fasilitas PTBg cofiring Sei Pagar menunjukkan peningkatan efisiensi produksi gas metana. Produksi metana meningkat dari rata-rata 36.706 normal meter kubik per bulan pada 2025 menjadi sekitar 46.683 normal meter kubik per bulan pada periode pengujian 2026.

Menurut Samuel, peningkatan tersebut menunjukkan teknologi pengolahan limbah sawit untuk energi sudah cukup matang dan layak dikembangkan dalam skala lebih besar. “Teknologi pengolahan limbah sawit untuk energi sudah cukup matang dan layak direplikasi,” ujarnya.

Samuel menilai pemanfaatan limbah sawit menjadi Bio-CBG tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi alternatif, tetapi juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular di industri perkebunan.

Menurut dia, limbah yang sebelumnya menjadi sumber emisi kini dapat diubah menjadi energi bersih yang memberi manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. “Limbah yang sebelumnya menjadi sumber emisi kini bisa diubah menjadi energi bersih,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.