Dark/Light Mode

Pameran Tekstil Dan Mesin Sepatu Internasional Digelar Di ICE BSD

Rabu, 3 Juni 2026 18:38 WIB
Founder PT Sumber Kreasi Yongki Komaladi bersama narasumber memberikan keterangan pers terkait pameran ITC dan IFM 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (03/06/2026). Dok. Panitia ITC-IFM 2026
Founder PT Sumber Kreasi Yongki Komaladi bersama narasumber memberikan keterangan pers terkait pameran ITC dan IFM 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (03/06/2026). Dok. Panitia ITC-IFM 2026

RM.id  Rakyat Merdeka - Pameran industri tekstil, garmen, dan alas kaki internasional bakal digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 18-20 Juni 2026. Ajang bertajuk Indonesia International Textile & Clothing Industry Fair (ITC) 2026 dan Indonesia International Footwear Machinery & Material Industry Fair (IFM) 2026 itu diproyeksikan menjadi ruang pertemuan pelaku usaha, investor, distributor, hingga masyarakat yang ingin melihat perkembangan teknologi industri terbaru dari berbagai negara.

Pameran tersebut menghadirkan ratusan peserta dari China, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, hingga Indonesia. Selain menampilkan mesin modern dan teknologi manufaktur terkini, pengunjung juga berkesempatan mengikuti undian tiket gratis Jakarta-Guangzhou dan Jakarta-Kuala Lumpur.

Founder PT Sumber Kreasi sekaligus pelaku industri alas kaki nasional Yongki Komaladi mengatakan, pameran ini bukan sekadar ajang jual beli produk, tetapi juga kesempatan pelaku usaha lokal belajar langsung dari perkembangan industri global.

Menurutnya, kehadiran peserta internasional justru membuka peluang kolaborasi baru bagi industri kecil dan menengah di Indonesia.

“Ini kesempatan UKM melihat perubahan mesin, mental, dan cara produksi agar lebih berkembang,” ujar Yongki dalam konferensi pers di Tangerang, Banten, Rabu (3/6/2026).

Yongki menuturkan, pelaku usaha lokal perlu mulai membuka diri terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola industri dunia. Dia menilai Indonesia memiliki kreativitas besar, tetapi masih perlu memperkuat efisiensi produksi dan daya saing.

Karena itu, dia berharap pameran tersebut bisa menjadi ruang belajar sekaligus mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan jaringan internasional.

“Kita jangan hanya menunggu dukungan pemerintah, tapi juga harus mulai bergerak dan berubah,” katanya.

Baca juga : PPM School Kembali Raih Akreditasi Internasional ABEST21

Dia juga mengajak masyarakat datang langsung ke pameran untuk melihat perkembangan teknologi tekstil, sepatu, hingga produk gaya hidup dari berbagai negara. Menurut dia, pengunjung bisa mendapatkan banyak inspirasi baru untuk usaha maupun pengembangan bisnis.

Yongki mengatakan, produk lokal Indonesia juga akan diperkenalkan kepada peserta internasional, mulai dari batik, kain tradisional, hingga produk kerajinan dan alas kaki.

“Harapannya mereka juga mengenal produk Indonesia dan membawa ke pasar luar negeri,” tuturnya.

Presiden Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia (APGAI) Hendry Sagoro mengatakan, persaingan industri global seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman. Dia menilai kolaborasi justru menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas industri nasional.

Hendry menyebut industri tekstil dan alas kaki Indonesia masih memiliki potensi besar karena kreativitas pelaku usahanya cukup kuat.

“Industri lokal dan asing bisa berkolaborasi menciptakan produk yang lebih kompetitif,” ucapnya.

Dia mengatakan, industri Asia saat ini mulai menunjukkan kebangkitan baru setelah sempat terdampak pandemi dan perlambatan ekonomi global. Momentum itu dinilai penting dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi industri nasional.

Sementara itu, President Director PT Solindo Duta Convex Chairul Umaya menjelaskan, pameran ini akan menghadirkan konsep business to business (B2B) sekaligus membuka peluang transaksi langsung dengan konsumen.

Baca juga : Pameran Internasional IIES 2026 ICE BSD Hadirkan Ribuan Produk Global

Menurut dia, peserta pameran akan membawa berbagai produk dan teknologi terbaru yang selama ini banyak tampil di Canton Fair Guangzhou, salah satu pameran perdagangan terbesar di dunia.

“Kami berharap pameran ini menjadi ajang business matching antara produsen, buyer, dan investor,” katanya.

Chairul menuturkan, peserta internasional yang hadir berasal dari berbagai sektor industri, terutama tekstil, pakaian, mesin sepatu, material produksi, hingga teknologi manufaktur pintar.

Dia optimistis kegiatan tersebut bisa membuka peluang investasi baru dan memperluas pasar ekspor Indonesia.

“Komitmen bisnis biasanya tidak langsung terjadi di lokasi, tapi berlanjut setelah pameran selesai,” ujarnya.

Selain pelaku usaha, pameran juga dibuka untuk masyarakat umum, mahasiswa, hingga komunitas kreatif yang ingin melihat perkembangan industri global. Pengunjung nantinya bisa mengikuti seminar bisnis, forum industri, hingga melihat demonstrasi teknologi produksi modern.

Dia menjelaskan, pengunjung yang melakukan registrasi melalui QR code berkesempatan mendapatkan fasilitas hotel gratis satu malam selama pameran berlangsung. Fasilitas tersebut diberikan khusus bagi pengunjung dari luar Jakarta dan didukung oleh Hong Kong Trade Development Council.

Tidak hanya itu, pengunjung yang terdaftar juga berpeluang mengikuti lucky draw tiket penerbangan AirAsia rute Jakarta-Guangzhou atau Jakarta-Kuala Lumpur.

Baca juga : Bongkar Judol Internasional, Bareskrim Dapat Jempol dari MUI

Tiket itu diberikan untuk mengunjungi Canton Fair di Guangzhou maupun Malaysia International Branding Showcase di Kuala Lumpur pada Desember 2026.

“Yang beruntung bisa mendapatkan tiket gratis ke Guangzhou atau Kuala Lumpur untuk melihat pameran internasional,” ujarnya.

Pameran ITC dan IFM 2026 akan menampilkan berbagai kategori produk mulai dari mesin tekstil, mesin pembuatan sepatu, teknologi bordir, sistem manufaktur digital, bahan tekstil, kulit, aksesori fesyen, hingga solusi pabrik pintar.

Panitia menargetkan ribuan pengunjung profesional hadir selama tiga hari pelaksanaan, termasuk produsen, distributor, retailer, investor, asosiasi industri, hingga buyer internasional.

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap Indonesia semakin dikenal sebagai pusat industri tekstil dan alas kaki di kawasan Asia Tenggara sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas di pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.