Dark/Light Mode

Dirut BRI Hery Gunardi Sebut Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah

Jumat, 5 Juni 2026 09:24 WIB
Dirut BRI Hery Gunardi sesi Business Talks pada ajang Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta (23/5/2026). (Foto: Dok. BRI)
Dirut BRI Hery Gunardi sesi Business Talks pada ajang Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta (23/5/2026). (Foto: Dok. BRI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI) mendorong industri perbankan memasuki fase transformasi baru.

Layanan keuangan kini tidak lagi hanya bertumpu pada jaringan fisik, tetapi bergerak menuju model layanan yang semakin terhubung dengan ekosistem digital dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat perbankan perlu terus berevolusi agar tetap relevan di tengah perubahan perilaku nasabah dan dinamika industri yang berkembang cepat.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan hal tersebut dalam sesi “Business Talks” pada ajang Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta (23/5/2026).

Baca juga : Direktur Utama BRI Hery Gunardi Bagikan 5 Kunci Sukses Membangun Bisnis

Hery menyoroti bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah industri perbankan, mulai dari pola interaksi nasabah, model distribusi layanan, hingga kompetisi industri keuangan yang kini semakin berbasis ekosistem digital.

Menurut Hery, perbankan terus berubah dan mengalami evolusi. Ia lantas mengutip penjelasan penulis terkemuka Brett King yang banyak menulis soal perbankan.

Pada era bank 1.0, layanan dasar bank adalah transaksi hanya menggunakan cek dan giro. Kemudian era bank 2.0, muncul penggunaan automatic teller machine (ATM) yang dapat melayani nasabah 7x24 jam.

"Kemudian bank 3.0 itu adalah terkait juga dengan internet banking. Jadi nasabah mungkin tidak perlu lagi datang ke cabang bank misalnya, bagi nasabah korporasi, mereka bisa melakukan transaksi dari kantor dengan internet banking," kata Hery.

Baca juga : Bernardo Tavares Puas Persebaya Pertahankan Jefferson Silva

"Nah yang keempat ini adalah financial technology, fintech dan juga digitalisasi. Nah digital ini memang sudah mengubah perilaku nasabah-nasabah yang ada di Indonesia terutama dan juga yang ada di luar negeri misalnya," ujarnya. 

Digitalisasi di sektor perbankan berjalan sangat cepat, momen pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu turut mempercepat proses tersebut.

"Itu nasabah kan tidak bisa datang ke cabang. Jadi yang tadinya gaptek (gagap teknologi), tidak bisa menggunakan mobile banking, terpaksa menggunakan mobile banking, karena tidak bisa datang ke ATM, tidak bisa datang ke cabang, tidak bisa transaksi di teller dan seterusnya," ujar Hery.

"Nah apa yang dilakukan bank, menurut Brett King, bank is a technology company with a banking license. Sebenarnya bank itu technology company," ujar Hery.

Baca juga : Guru Besar Trisakti: MBG Perkuat SDM Dan Ketahanan Nasional

Jadi artinya, lanjut dia, dengan kondisi seperti ini, perbankan tidak akan bisa melawan perkembangan zaman.

"Ini adalah satu keharusan bahwa kita harus mentransformasi diri, mengubah diri. Bukan hanya digitalisasi, bukan hanya otomasi, tetapi juga terkait dengan sekarang ada AI dan Gen AI. Jadi kalau itu tidak diubah, kita tidak lagi mengikuti tren ini, bank itu akan ditinggalkan oleh nasabahnya," kata Hery.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.