Dark/Light Mode

Di Balik Sekolah Rakyat: Keringat, Pengorbanan & Harapan untuk Masa Depan

Senin, 27 April 2026 11:55 WIB
Foto: PT Brantas Abipraya.
Foto: PT Brantas Abipraya.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di balik percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai program prioritas nasional, tersimpan kisah kerja keras ratusan pekerja yang menjadi tulang punggung proyek.

Mereka bekerja tanpa henti demi memastikan sekolah berdiri tepat waktu dan berkualitas.

Sebagai kontraktor pelaksana, PT Brantas Abipraya (Persero) tidak hanya mengejar target penyelesaian proyek, tetapi juga menjaga standar mutu dan keselamatan kerja.

Penguatan manajemen proyek, pengawasan teknis ketat, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi fokus utama.

“Di satu lokasi, jumlah pekerja bisa mencapai 400 hingga 600 orang yang bekerja secara bergantian. Mereka adalah kekuatan utama di balik percepatan ini,” ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, Senin (27/4/2026).

Baca juga : Hampir 10 Ribu Jemaah Tiba di Madinah, Proses Layanan Haji Terpadu Makin Cepat

Untuk mendukung percepatan pembangunan, perusahaan mengerahkan sekitar 2.500 pekerja dari Pulau Jawa ke berbagai wilayah, termasuk Kalimantan dan Sulawesi.

Di balik angka tersebut, tersimpan pengorbanan besar. Banyak pekerja harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama dan melewatkan momen penting bersama orang terdekat.

Namun, mereka tetap bertahan demi masa depan yang lebih baik. Budaya kerja di lapangan juga menekankan kebersamaan.

Tidak ada sekat antara mandor, insinyur, hingga pimpinan proyek. Semua terlibat langsung dan saling membantu untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar sekaligus menjaga keselamatan.

Keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Setiap hari diawali dengan safety briefing, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) wajib diterapkan.

Baca juga : Bamsoet: Kepemimpinan Harus Dibentuk Sejak Usia Muda

Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Berbagai tantangan dihadapi di lapangan, mulai dari cuaca ekstrem, medan yang sulit, hingga keterbatasan logistik. Namun, seluruh tim tetap bekerja dengan semangat pantang menyerah.

Proyek ini juga memberikan dampak sosial positif dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Hal ini membuka peluang peningkatan keterampilan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Salah satu pekerja, Budi, menjadi gambaran nyata dedikasi tersebut. Ia merantau dari Lamongan dan bekerja keras demi keluarganya.

“Setiap adukan semen yang saya kerjakan, saya bayangkan untuk masa depan anak-anak saya. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi kontribusi untuk masa depan mereka dan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Harapan serupa juga terlihat dari anak-anak di sekitar lokasi proyek yang antusias menyaksikan pembangunan sekolah. Bagi mereka, bangunan tersebut bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol masa depan yang lebih baik.

Baca juga : PKS Bantah Ada Konflik Internal, Pergantian Ketua DPRD Jakarta Cuma Rotasi Biasa

“Pekerja adalah kunci utama di balik setiap progres pembangunan ini. Dedikasi mereka luar biasa,” tegas Dian Sovana.

Bagi Brantas Abipraya, proyek Sekolah Rakyat bukan hanya pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul.

Perusahaan pun berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas dan keselamatan.

Pada akhirnya, di balik berdirinya Sekolah Rakyat, terdapat keringat, pengorbanan, dan harapan yang akan terus hidup dalam setiap ruang kelas yang kelak diisi generasi masa depan bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.