Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bappenas: PTPN I Jadi Kunci Swasembada Pangan Dan Energi
Rabu, 13 Mei 2026 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof Rachmat Pambudy menyatakan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I memiliki posisi penting dalam mendukung program swasembada pangan, energi, dan air yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Rachmat saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PTPN I dengan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Rachmat, sektor agro industri yang dijalankan PTPN I memiliki keterkaitan langsung dengan agenda besar Pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional berbasis pangan dan energi.
“Ketiga program swasembada Presiden itu berkaitan langsung dengan bisnis agro PTPN I,” ujarnya.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengatakan Pemerintah mendukung langkah hilirisasi yang dilakukan PTPN I karena dinilai mampu memperkuat nilai tambah komoditas nasional sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Baca juga : Digelar Pemprov Jateng, 10 Provinsi Bahas Ketahanan Pangan Dan Energi
Dia menjelaskan, kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan industri perkebunan yang modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing global.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas bersama Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti. Penandatanganan turut disaksikan Direktur Utama Holding PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan perusahaan telah menyusun roadmap hilirisasi hingga 2029 untuk membangun ekosistem industri perkebunan dari hulu hingga hilir.
Menurut Teddy, pengembangan industri pengolahan menjadi langkah penting agar komoditas perkebunan Indonesia tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Kami ingin setiap komoditas memberi kontribusi maksimal bagi ekonomi nasional,” katanya.
Baca juga : BAZNAS-BSI Hadirkan Solusi Praktis Pembayaran Kurban Dan Dam Haji
Teddy menjelaskan, PTPN I memproyeksikan kelapa sebagai future commodity dengan target pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare. Kawasan tersebut nantinya akan diperkuat enam unit pabrik pengolahan di sejumlah wilayah potensial Indonesia.
Selain itu, PTPN I juga menyiapkan pengembangan kopi melalui lahan seluas 12 ribu hektare yang akan didukung tujuh fasilitas pengolahan. Produk kopi yang dihasilkan ditargetkan memiliki standar premium, ketelusuran produk, dan keberlanjutan untuk pasar internasional.
Pada sektor kakao, PTPN I menyiapkan pengembangan kawasan seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan industri pengolahan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia.
Teddy menegaskan, seluruh program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi utama memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Strategi hilirisasi harus memberi dampak langsung bagi petani dan industri nasional,” tegasnya.
Baca juga : Pertagas Resmi Jadi Operator Cisem II, Perkuat Ketahanan Energi
Selain meningkatkan daya saing produk nasional, program hilirisasi juga diharapkan membuka lapangan kerja baru dan memperbesar kontribusi sektor perkebunan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyambut baik langkah penguatan hilirisasi yang dijalankan PTPN I. Menurut dia, kolaborasi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk memperkuat industri perkebunan nasional.
Rachmat juga menilai riset dan inovasi perlu terus diperkuat untuk mendukung penerapan Good Agriculture Practices dalam pengembangan komoditas strategis nasional.
“Sinergi lintas sektor penting agar Indonesia mampu menjadi pusat industri komoditas dunia,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya