Dark/Light Mode

Urai Kepadatan Penumpang, KAI Tambah Frekuensi LRT Jabodebek Saat Jam Sibuk Pagi

Senin, 8 Juni 2026 12:55 WIB
Ilustrasi antrean penumpang LRT Jabodebek di Stasiun. KAI menambah frekuensi perjalanan melalui Kereta Luar Biasa (KLB) untuk mengurai kepadatan pada jam sibuk pagi. Dok. KAI
Ilustrasi antrean penumpang LRT Jabodebek di Stasiun. KAI menambah frekuensi perjalanan melalui Kereta Luar Biasa (KLB) untuk mengurai kepadatan pada jam sibuk pagi. Dok. KAI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek. Untuk mengurai kepadatan pada jam sibuk pagi, KAI akan mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) sebagai uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada hari kerja, mulai Senin (8/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026).

Pada relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan akan dioperasikan pukul 07.14 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB. Sementara pada relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan akan beroperasi pukul 07.24 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, penambahan frekuensi tersebut dilakukan berdasarkan pola pergerakan pengguna yang menunjukkan tingginya volume penumpang pada pagi hari.

Baca juga : Hari Kartini, Telkomsel Berikan Pelatihan AI Bagi Perempuan di Jabodetabek

“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ujarnya.

Data operasional LRT Jabodebek menunjukkan volume pengguna pada hari kerja pukul 06.00-08.00 WIB masih cukup tinggi di sejumlah stasiun. Stasiun Harjamukti mencatat rata-rata 6.224 pengguna per hari, disusul Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna, Stasiun Jatimulya 2.786 pengguna, serta Stasiun Jatibening Baru 2.638 pengguna per hari.

Selain itu, Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan KRL Commuter Line dan Transjakarta juga melayani rata-rata 3.432 pengguna LRT Jabodebek per hari pada jam sibuk pagi.

Baca juga : Pramono Pastikan Tumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Terangkut

Melalui pengoperasian KLB uji coba ini, layanan LRT Jabodebek tetap berjalan normal dengan optimalisasi pola operasi pada slot waktu yang memiliki kebutuhan mobilitas lebih tinggi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat distribusi pengguna lebih merata sekaligus mengurangi kepadatan antrean di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta.

KAI memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan pengguna LRT Jabodebek guna menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, serta responsif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.