Dark/Light Mode

Meski Dibayangi Tren Pelemahan Rupiah

Bos OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Masih Terjaga

Selasa, 9 Juni 2026 06:40 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

 Sebelumnya 
“Hal itu terlihat dari Posisi Devisa Neto (PDN) yang secara konsisten berada jauh di bawah batas maksimal 20 persen dari modal bank,” katanya. 

Namun OJK terus mewaspadai dampaknya. Terutama meningkatnya beban kewajiban valuta asing yang ditanggung korporasi. Selain itu, pelemahan rupiah juga berpotensi menekan sektor usaha yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor. 

OJK, sambung Kiki, juga mencermati kemungkinan kenaikan biaya bahan baku dan biaya operasional perusahaan. Terutama jika pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan kenaikan harga komoditas energi global. 

Baca juga : Kebon Kosong Sudah Dua Kali Dilalap Api, Alarm Pencegahan Kudu Jadi Prioritas

“Untuk mengantisipasi berbagai risiko itu, OJK akan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas valuta asing di industri perbankan,” tegasnya.

Kiki meyakini, aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Dari sisi penawaran, kinerja sektor manufaktur kembali ekspansif di periode Mei 2026. 

Dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga, dengan inflasi yang meningkat pada Mei 2026 seiring tekanan harga energi global, namun masih di level terkendali. 

Baca juga : Prancis, Misi Terakhir Sang Maestro

Sementara, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus, meskipun menurun dibandingkan periode sebelumnya. 

“Sejalan dengan perkembangan tersebut, kinerja sektor jasa keuangan tetap solid. Intermediasi keuangan tumbuh positif dengan solvabilitas yang terjaga pada level tinggi,” ungkapnya. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. 

Baca juga : Jalani Tiga Laga Uji Coba, Curacao Datang Dengan Bus Sekolah

“Pada April 2026, kredit tumbuh sebesar 9,98 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 8.755 triliun dibandingkan Maret 2026, yang tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy),” katanya. 

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 19,48 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,13 persen, sedangkan kredit modal Kerja sebesar 6,04 persen. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.