Dark/Light Mode

Meski Dibayangi Tren Pelemahan Rupiah

Bos OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Masih Terjaga

Selasa, 9 Juni 2026 06:40 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: YouTube/Otoritas Jasa Keuangan)

 Sebelumnya 
Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 15,51 persen yoy. 

Sementara kredit Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,16 persen yoy. Ini ditinjau dari kepemilikan, kredit bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh tertinggi, yaitu sebesar 14,35 persen yoy. 

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11,39 persen yoy menjadi Rp 10.077 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 16,99 persen yoy, 8,65 persen yoy, dan 9,00 persen yoy. 

Baca juga : Kebon Kosong Sudah Dua Kali Dilalap Api, Alarm Pencegahan Kudu Jadi Prioritas

Begitu pun dengan likuiditas industri perbankan pada April 2026 yang tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 111,13 persen, dan 25,39 persen. Dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 192,37 persen. 

“Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,17 persen dan NPL net terjaga di 0,84 persen,” terangnya. 

“Ini menandakan ketahanan permodalan perbankan yang kuat sebagai buffer mitigasi risiko yang memadai,” tuturnya.

Baca juga : Prancis, Misi Terakhir Sang Maestro

Terpisah, Direktur Sagara Research Institute Piter Abdullah melihat, kinerja perbankan dan keuangan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

Seperti pertumbuhan ekonomi yang belum membaik, ancaman inflasi di awal tahun, suku bunga bank yang masih relatif tinggi, nilai tukar rupiah, terutama akibat eskalasi geopolitik yang terjadi. Namun, kata Piter, ruang pertumbuhan memang terus ada. 

“Terutama bagi bank BUMN yang mendapat amanah dan tugas mensukseskan program Pemerintah, pemberian kredit harus terus berjalan dan diharapkan mendukung pertumbuhan,” kata Piter kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Jalani Tiga Laga Uji Coba, Curacao Datang Dengan Bus Sekolah

Piter mengatakan, yang harus diwaspadai adalah, meskipun memiliki likuiditas cukup, namun tetap perlu berhati-hati dengan sentimen yang ada. 

Dia meyakini, kredit perbankan akan tumbuh kencang jika ada sentimen positif yang dapat mendorong tingkat investasi dan konsumsi di masyarakat. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.