Dark/Light Mode

Dukung Sektor Pariwisata Pulau Dewata

Pertamina Terjunkan Kapal Pembersih Sampah Modern

Kamis, 11 Juni 2026 06:40 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan (kedua dari kiri) bersama Dewan Komisaris serta jajaran manajemen Pertamina Group saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kapal pembersih sampah modern di Pantai Sekeh, Badung, Bali, Rabu (10/6/2026). (Foto: Dok. Pertamina)
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan (kedua dari kiri) bersama Dewan Komisaris serta jajaran manajemen Pertamina Group saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kapal pembersih sampah modern di Pantai Sekeh, Badung, Bali, Rabu (10/6/2026). (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur, meluncurkan kapal pembersih sampah modern di Pulau Bali. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan laut dan perekonomian di sektor pariwisata.

Peluncuran kapal tersebut dilakukan di Pantai Sekeh, Badung (Bali), Rabu (10/6/2026). Kapal pembersih sampah otomatis tersebut berbasis Artificial Intelligence (AI), bernama Autonomous Trash Skimmer. 

Peluncuran kapal pintar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 6 Juni 2026. Peluncuran ini dipimpin langsung Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan dan dihadiri Dewan Komisaris serta jajaran manajemen Pertamina Group. 

Langkah ini wujud nyata perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah perairan yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. 

Iriawan menegaskan, persoalan sampah saat ini tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian Bali. Terutama sektor pariwisata, salah satu tulang punggung pekonomian Bali. 

Baca juga : Pemprov Buka 2.843 Loker Padat Karya, Gajinya UMR

Dia mengatakan, wisatawan datang ke Bali karena daya tarik pantai. Jika pantai penuh sampah, maka daya tarik dapat berubah menjadi rasa jijik. 

“Selain itu, dampaknya akan dirasakan para nelayan yang hasil tangkapannya menurun akibat rusaknya ekosistem laut,” tegas Iriawan di Bali, kemarin. 

Merespons tantangan tersebut, papar Iriawan, Pertamina bersama sejumlah anak usaha, seperti Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, dan Patra Jasa menggandeng ITS dan masyarakat pesisir untuk menghadirkan Kapal Autonomous Trash Skimmer. 

Kapal yang mengintegrasikan teknologi AI, sistem navigasi otonom, dan energi hibrida untuk berburu sampah secara mandiri dan manual. 

Iriawan menyebut, Pertami­na memilih kawasan The Patra Bali Resort & Villas, Kabupaten Badung (Bali), sebagai lokasi proyek percontohan pengoperasian Kapal Autonomous Trash Skimmer, merupakan langkah awal implementasi. 

Baca juga : Meksiko Vs Afrika Selatan, Nostalgia Balas Dendam

Pemilihan lokasi ini didasar­kan pada tingginya aktivitas pariwisata pesisir yang memerlukan dukungan pengelolaan sampah secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas lingkungan dan daya tarik wisata. 

Pada tahap awal, Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar wilayah operasi The Patra Bali Resort & Villas dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai hingga sekitar 1 ton per tahun. 

Sementara, untuk wilayah operasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kotabaru (Kalimantan Selatan), khususnya di Desa Semayap dan Desa Rampa, lanjut Iriawan, program ini ditargetkan mampu membantu mengurangi timbulan sampah pesisir hingga sekitar 20 ton per tahun. 

Iriawan menjelaskan, pemilihan lokasi pemasangan yang berada berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai memiliki nilai strategis karena menopang kawasan pariwisata, sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali. 

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. 

Tentang Kapal Sampah Autonomous Trash Skimmer

Baca juga : Argentina Vs Islandia 3-0, Messi Pencetak Gol Tertua La Albiceleste

 Dengan panjang 8 meter dan desain lambung berstruktur katamaran dua lambung, kapal ini dilengkapi berbagai teknologi canggih seperti sensor ultrasonik, kamera, Global Positioning System (GPS), AI, hingga sistem pemantauan real-time yang memungkinkan kapal mendeteksi dan mengumpulkan sampah secara efisien. 

Kapal juga menggunakan motor listrik yang didukung sistem hibrida dan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, sehingga mendukung prinsip operasi rendah emisi dan ramah lingkungan. 

Keunggulan lainnya adalah keberadaan sistem jaring pengumpul sampah di bagian tengah kapal, mesin pencacah plastik untuk mendukung proses daur ulang, serta katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram yang memudahkan proses pengangkatan sampah. 

“Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina yang berdekatan dengan kawasan pesisir di seluruh Indonesia,” pungkas Iriawan. 

Selain lokasi proyek percontohan di AFT Ngurah Rai/Patra Jasa Bali dan Kotabaru, pengembangan berikutnya berpotensi dilakukan di Integrated Terminal Cilacap (Jawa Tengah), Integrated Terminal Balongan, Indramayu (Jawa Barat), Fuel Terminal (FT) Maos, Cilacap (Jawa Tengah), FT Ternate (Maluku Utara), FT Wayame, Ambon (Maluku), FT Parepare (Sulawesi Selatan), FT Masohi, Maluku Tengah (Maluku), dan FT Labuan Bajo, Manggarai Barat (Nusa Tenggara Timur). [DHN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.