Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Meski demikian, sebagian analis menilai kenaikan BI Rate 25 bps belum cukup kuat menghadapi tekanan terhadap rupiah. Ekonom UOB Enrico Tanuwijaya memperkirakan BI masih perlu menaikkan BI Rate sebesar 50 bps lagi pada Rapat Dewan Gubernur berikutnya, sehingga berpotensi mencapai 6,5 persen pada akhir tahun.
Ekonom Bloomberg Economics Tamara Henderson bahkan menyarankan BI untuk menaikkan suku bunga acuan hingga total 75 bps. Menurutnya, langkah tersebut terbukti mampu menjaga daya tahan rupiah di tengah tekanan pasar beberapa pekan terakhir.
IHSG Naik 2,67 Persen
Tak hanya rupiah, IHSG juga mulai kembali bertenaga. Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026), IHSG melesat 153,62 poin atau 2,67 persen ke level 5.900,27. Sehari sebelumnya, indeks masih berada di posisi 5.746,65.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pergerakan IHSG semakin konvergen dengan indeks acuan global yang diterbitkan MSCI dan FTSE Russell. Kondisi tersebut menunjukkan pasar mulai merespons positif berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator pasar modal, terutama dalam menjawab isu-isu yang menjadi perhatian investor global.
Baca juga : Harga BBM & Elpiji Subsidi Untuk Rakyat Kecil Tidak Naik
Friderica juga menegaskan struktur pasar modal Indonesia tetap kuat karena ditopang investor domestik yang terus bertambah. Jumlah investor pasar modal meningkat dari 12,17 juta pada 2023 menjadi 26,49 juta per April 2026. Dari jumlah itu, investor individu mendominasi dengan total 26,43 juta orang.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat literasi dan perlindungan investor. Selain itu, OJK akan terus menjaga integritas pasar, serta memperdalam pengembangan produk pasar modal agar pertumbuhan investor menjadi fondasi pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, OJK juga memperkuat pengawasan yang bersifat forward looking melalui pelaksanaan stress test secara berkala. Serta pemantauan risiko likuiditas, permodalan, kualitas aset, dan konsentrasi risiko.
"OJK juga secara berkelanjutan menilai ketahanan sektor jasa keuangan dalam berbagai skenario tekanan," kata Friderica.
Baca juga : Buntut OTT Bupati Muara Enim, KPK Amankan 5 Pegawai BPK
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata memandang, lonjakan IHSG berhasil meredam kepanikan pasar dalam jangka pendek. Namun, sejumlah risiko yang sebelumnya menekan pasar belum sepenuhnya hilang.
"Reli ini berhasil menghentikan kepanikan pasar untuk sementara. Namun faktor-faktor seperti arus keluar dana asing, meningkatnya sovereign risk premium, dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal masih menjadi tantangan yang harus diperhatikan," ulas Liza.
Secara teknikal, IHSG akan menghadapi area resistensi terdekat di kisaran 5.900, sementara level 5.550 menjadi area penopang (support) yang perlu dijaga.
Menurut Liza, pemulihan pasar saham domestik juga ditopang sejumlah kebijakan yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor. Salah satunya adalah pertemuan pemerintah, DPR, dengan para direktur utama BUMN yang mendorong aksi pembelian kembali (buyback) saham BUMN guna memperkuat stabilitas pasar modal.
Baca juga : Penguatan Organisasi, PSI Aceh Bakal Roadshow Ke Seluruh Kabupaten/Kota
Diketahui, Selasa (9/6/2026), Wakil Ketua DPR menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah bersama Himbara dan sejumlah pimpinan BUMN di Komplek Parlemen, Jakarta. Sebelumnya, Dasco juga menggelar 2 kali rapat koordinasi bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur BI Perry Warjiyo. Lalu rapat berikutnya digelar bersama pimpinan Danantara dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya