Dark/Light Mode

PNM dan KPPPA Dorong Ketahanan Keluarga melalui Pemberdayaan Ibu

Jumat, 12 Juni 2026 13:36 WIB
Foto: PNM.
Foto: PNM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesehatan mental anak menjadi isu yang semakin penting untuk mendapat perhatian bersama, terutama dari lingkungan terdekat mereka, yakni keluarga.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, sepanjang 2023 hingga 2025 terdapat 116 kasus pengakhiran hidup pada anak usia 10 hingga 18 tahun, dengan jumlah terbanyak terjadi pada kelompok usia 13 hingga 17 tahun.

Data tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan ruang yang aman untuk didengar, didampingi, dan dipahami, terutama saat menghadapi masa transisi penting dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama maupun dari sekolah menengah pertama ke sekolah menengah atas.

Dukungan orang tua, pola asuh yang hangat, serta lingkungan yang bebas dari perundungan menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.

Baca juga : Pemerintah Tambah Bantuan Beras 3 Bulan

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menghadirkan program pemberdayaan masyarakat di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan penguatan kapasitas bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk memahami pentingnya kesehatan mental anak serta peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang mereka.

Selain edukasi mengenai pola pengasuhan, program tersebut juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta berbagai aktivitas belajar informal bagi anak-anak.

Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan secara langsung oleh keluarga dan masyarakat sekitar. Tak hanya menyasar aspek sosial, program ini juga dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera.

Baca juga : Bambang Patijaya Dorong Keberlanjutan HGBT, Demi Daya Saing Industri

Di Bajawa, PNM mendukung pengembangan klaster usaha buah pala sebagai salah satu potensi unggulan daerah yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Melalui pendampingan usaha, akses pembiayaan, serta pelatihan keterampilan, perempuan di wilayah tersebut diharapkan memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan usaha ultra mikro, meningkatkan kapasitas diri, dan memperkuat kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan dan perkembangan anak.

Menurutnya, ketika seorang ibu memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan peluang usaha, maka ia akan menjadi fondasi yang lebih kuat bagi keluarganya.

Baca juga : PNM Dorong Kemandirian Nasabah, Bentengi dari Jerat Rentenir

"PNM percaya perempuan yang berdaya dapat membawa perubahan positif, baik di dalam keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung para ibu agar semakin mandiri sekaligus memahami pentingnya pola asuh yang penuh perhatian. Kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama, dan setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh empati," ujar Kindaris.

Melalui kolaborasi ini, PNM dan KPPPA berharap tercipta keluarga yang lebih tangguh, perempuan yang lebih berdaya, serta generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesehatan mental, pendidikan, dan kesejahteraan mereka di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.