Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (17/6/2026) pagi dibuka melemah 0,02 persen ke level Rp 17.728 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 17.725 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Won Korea Selatan melemah 0,32 persen, baht Thailand turun 0,03 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,005 persen, dan yuan China melemah 0,001 persen. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,05 persen, dolar Hong Kong naik 0,02 persen, dan dolar Singapura menguat 0,016 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tercatat melemah 0,02 persen ke level 99,26.
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Rp 17.760 Per Dolar AS
Di sisi lain, rupiah menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah menguat 0,40 persen ke level Rp 23.837. Rupiah juga menguat 0,41 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.547, sementara terhadap dolar Kanada bergerak stabil di level Rp 12.677.
Analis Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan perang dagang setelah Amerika Serikat berencana memberlakukan tarif impor baru terhadap sejumlah produk asal Indonesia.
Menurut dia, kebijakan tersebut berpotensi menekan kinerja ekspor manufaktur nasional.
Baca juga : Rupiah Dibuka Menguat Ke Level Rp 17.937 Per Dolar AS
“Tidak hanya mengurangi daya saing produk di pasar AS, kebijakan tersebut juga berisiko memengaruhi utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu (17/3/2026).
Ia menambahkan, pasar AS memiliki peran penting bagi Indonesia karena merupakan tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua bagi Tanah Air.
Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif, namun berpeluang ditutup menguat pada kisaran Rp 17.690 hingga Rp 17.728 per dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya