Dark/Light Mode

Bekasi Fajar Bidik Marketing Sales Rp 600 M, Andalkan Sektor Logistik-Data Center

Kamis, 18 Juni 2026 17:29 WIB
Foto: Bekasi Fajar
Foto: Bekasi Fajar

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 30 miliar sepanjang 2025. Perseroan juga menargetkan marketing sales sebesar Rp 600 miliar pada 2026.

Media Relations PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk Rika Mandasari mengatakan, perseroan mencatat penjualan lahan seluas 15 hektare dengan nilai mencapai Rp 422 miliar sepanjang 2025.

"Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 427 miliar yang utamanya ditopang dari penjualan lahan sebesar Rp 220 miliar dan sisanya berasal dari recurring income seperti maintenance fee, service charges, air, dan sewa sebesar Rp 207 miliar. Laba bersih perseroan pada tahun 2025 mencapai Rp 30 miliar," ujar Rika di Bekasi, Kamis (18/6/2026).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan, termasuk laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan pengawasan Dewan Komisaris.

Baca juga : Summarecon Kantongi Marketing Sales Rp 5,53 T Pada 2025, Naik 27 Persen

RUPST juga memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Kebijakan tersebut diambil guna memperkuat modal kerja sekaligus mendukung rencana pengembangan usaha perseroan.

Rika mengatakan, kinerja perusahaan terus membaik pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 90 miliar atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45 miliar.

Menurut dia, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan pendapatan berulang dari Rp 45 miliar menjadi Rp 54 miliar, serta mulai adanya kontribusi dari penjualan lahan.

Selain itu, Bekasi Fajar berhasil membalikkan kinerja dari rugi bersih Rp 33 miliar pada kuartal I-2025 menjadi laba bersih Rp 9 miliar pada kuartal I-2026.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Opsi Pembelajaran Daring Harus Dipersiapkan Secara Matang

"Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73 persen menjadi positif 10 persen," katanya.

Untuk tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp 600 miliar dengan tetap menjaga pertumbuhan pendapatan berulang secara berkelanjutan.

Rika mengatakan, sektor yang menjadi sasaran utama pemasaran lahan meliputi pergudangan dan logistik, barang konsumsi, makanan dan minuman, serta pusat data (data center).

"Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, Bekasi Fajar tetap fokus mengembangkan bisnis kawasan industri. Perseroan melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center guna memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi," ujarnya.

Baca juga : Jamaludin Malik Ingatkan Pentingnya Tata Kelola-Pendekatan Sosial Proyek Listrik

Perseroan juga mengembangkan segmen komersial melalui BeFa Industrial Hub yang menawarkan bangunan pabrik standar multiguna sebagai sumber pendapatan baru sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Bekasi Fajar optimistis prospek kawasan industri akan semakin positif didukung pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional di sekitar Kawasan Industri MM2100, seperti Jalan Tol JORR II Cibitung-Cilincing, pengembangan LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Patimban.

Menurut dia, peningkatan konektivitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan MM2100 bagi investor dan pelaku industri dalam beberapa tahun mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.