Dark/Light Mode

Pesan Luhut Ke Presiden

Waspada, Badai Ekonomi Belum Reda

Jumat, 19 Juni 2026 07:56 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Dari sisi domestik, Didik menilai kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam jalur yang cukup terkendali. Defisit anggaran hingga Mei 2026 masih berada pada level yang relatif aman, sementara penerimaan negara menunjukkan tren peningkatan yang memberi ruang lebih besar bagi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi. 

"Jika saya lihat dari laporan yang ada, dalam pandangan saya kondisi fiskal cukup baik dengan pendapatan dan pengeluaran masih dalam toleransi yang memadai," katanya. 

Menurut Didik, peningkatan penerimaan pajak dan nonpajak menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga kesehatan fiskal. Ia menilai implementasi sistem Coretax mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja penerimaan negara, meski masih perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal. 

Selain itu, pemerintah juga perlu mencermati efektivitas belanja negara, termasuk berbagai program prioritas yang sedang dijalankan. Langkah penyesuaian dan efisiensi anggaran dinilai penting untuk memastikan ruang fiskal tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya berakhir. 

Baca juga : Teken Perjanjian Damai Dengan Iran, Trump: Ini Tidak Mudah

Didik menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertahankan kepercayaan pasar. Menurutnya, persepsi investor sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan pemerintah, disiplin fiskal, serta kualitas tata kelola pemerintahan. 

"Dengan data-data faktual ini, menurut saya kebijakan fiskal masih bisa dijaga dengan disiplin yang lebih baik," ujar Rektor Universitas Paramadina itu. 

Ia pun mengingatkan agar pemerintah tetap berhati-hati meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan. Menurut Didik, pesan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai pentingnya menjaga disiplin fiskal dan kepercayaan pasar masih relevan dijadikan pegangan di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil. 

"Jika pasar melihat konsistensi kebijakan, tata kelola fiskal dan pemerintahan yang baik, serta komunikasi pemerintah yang kredibel, maka kepercayaan lambat laun akan pulih," pungkasnya. 

Baca juga : Brazil Vs Haiti, Menang Atau Tersingkir

Perbaikan sentimen global tersebut turut tercermin di pasar keuangan domestik. Dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan setelah sempat tertekan pada awal bulan. 

Dalam sepekan periode 8-12 Juni, IHSG melonjak 7,38 persen dan kembali menembus level 6.007,65. Tren positif berlanjut pada 15 Juni ketika IHSG ditutup menguat ke level 6.254,97 atau naik 4,12 persen dalam sehari. Pada perdagangan Kamis (18/6/2026), IHSG ditutup naik 48,4 poin atau 0,78 persen ke level 6.172,34. 

Penguatan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Setelah sempat menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, mata uang Garuda perlahan mulai menguat. Pasca keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, rupiah tercatat menguat sekitar 0,25 persen menjadi Rp17.930 per dolar AS pada 12 Juni. Dalam beberapa hari berikutnya, rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 per dolar AS dan terakhir ditutup pada level Rp17.794 per dolar AS. 

Diketahui sebelumnya, Dewan Ekonomi Nasional yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut membahas laporan hasil kajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta perkembangan Govtech Indonesia kepada Presiden Prabowo. Govtech Indonesia merupakan inisiatif penguatan keterpaduan ekosistem layanan digital pemerintah melalui portal nasional. 

Baca juga : Landis Makkah Hadir Jadi Keluarga Para Lansia

DEN juga melaporkan berbagai temuan dan rekomendasi terkait implementasi MBG yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Khususnya pelajar, sebagai salah satu prioritas pemerintah dalam penguatan sumber daya manusia. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.