Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekspor Perdana Ke China, Lidi Sawit Punya Prospek Cerah
Jumat, 19 Juni 2026 22:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekspor Lidi sawit maupun lidi kelapa jenis lainnya ke China dan sejumlah negara lainya memiliki prospek menjanjikan. Hal itu terungkap dari kegiatan Pelepasan Perdana Ekspor Lidi Sawit Hasil Pemberdayaan UMKM Asosiasi Petani Kelapa Sawit Plasma Inti Rakyat (Aspekpir) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang dilanjutkan dengan Workshop Ekspor Lidi Sawit di Medan dan Langkat, pada 17-18 Juni 2026.
Pelepasan ekspor perdana lidi sawit dilaksanakan dalam seremoni yang berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 28 ton lidi sawit yang berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh diberangkatkan menuju China.
Produk tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku UMKM, serta koperasi anggota Aspekpir sebagai hasil rangkaian program pemberdayaan UMKM dan koperasi yang diselenggarakan bersama BPDP.
Dalam pelaksanaan ekspor ini, Aspekpir menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah, perwakilan Badan Karantina, Sekretaris Jenderal Aspekpir Syarifuddin Sirait, Ketua Aspekpir Langkat Sahnan Solin, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Hendri Tarigan, perwakilan perguruan tinggi di Sumatera Utara, serta petani dan pengrajin lidi sawit.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Anwar Sadat menyampaikan bahwa BPDP telah lama melakukan promosi dan sosialisasi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Kerja sama dengan ASPEKPIR dilakukan melalui berbagai workshop dan kegiatan diseminasi yang telah berlangsung sejak tahun 2024 hingga saat ini.
Baca juga : Ekspor Perdana Lidi Sawit Ke China, ASPEKPIR Dan BPDP Buka Peluang UMKM
Berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan potensi ekonomi lidi sawit sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan produk sesuai standar pasar ekspor.
Menurut BPDP, lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.
“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP.
BPDP saat ini juga menjalankan berbagai program strategis untuk mendukung peningkatan kapasitas dan produktivitas petani sawit, antara lain Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Sarana dan Prasarana, Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan, Penelitian dan Pengembangan, serta Promosi Perkebunan.
Keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa sawit merupakan komoditas yang inklusif karena manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari petani, perempuan, pemuda, UMKM, koperasi hingga pelaku ekspor. Rantai pasok produksi lidi sawit juga melibatkan banyak pihak sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi daerah.
Selain itu, kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui ekonomi hijau, perluasan kesempatan kerja berkualitas, pengembangan kewirausahaan, dan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.
Baca juga : Menkeu Purbaya Bertemu Menkeu China di Beijing, Promosikan Panda Bond
Sementara itu, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono menegaskan, pelepasan ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan Aspekpir bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.
Menurut Setiyono, sedikitnya tujuh koperasi anggota Aspekpir terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Kegiatan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat kepada sekitar 2.800 anggota koperasi. Keterlibatan koperasi menunjukkan bahwa pengembangan usaha berbasis limbah sawit mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi petani.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.
Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menjelaskan, sejak akhir 2024 pihaknya bersama Aspekpir dan BPDP terus melakukan sosialisasi dan pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit di berbagai daerah. Menurutnya, permintaan pasar internasional terhadap lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih sangat terbuka bagi petani dan UMKM di sentra-sentra perkebunan sawit.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan ekspor perdana tersebut.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Baca juga : Pakar Pendidikan Apresiasi Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengembangan produk ekspor berbasis sawit.
Pengembangan produk lidi sawit menjadi bukti bahwa sektor sawit mampu mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan pelepah dan biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar perkebunan. Diversifikasi produk turunan sawit ini sekaligus memperluas pasar ekspor perkebunan Indonesia.
Selain pelepasan ekspor perdana, BPDP dan Aspekpir juga menyelenggarakan Workshop Praktik Ekspor Lidi Sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026). Workshop yang diikuti 100 peserta tersebut juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara koperasi sawit dan pelaku ekspor untuk meningkatkan produksi lidi sawit siap ekspor.
Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Hendri Tarigan. Rangkaian kegiatan ini bagian dari upaya optimal dalam rangka pemberdayaan UMKM perkebunan dan perluasan pasar ekspor.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya