Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekspor Perdana Lidi Sawit Ke China, ASPEKPIR Dan BPDP Buka Peluang UMKM
Jumat, 19 Juni 2026 21:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ekspor perdana lidi sawit ke China membuka peluang baru bagi UMKM, koperasi, dan petani sawit. Sebanyak 28 ton lidi sawit diberangkatkan ke China melalui Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, pada 17 Juni 2026.
Lidi sawit tersebut berasal dari perkebunan rakyat di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Produk itu dikumpulkan oleh petani, UMKM, dan koperasi anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR).
Ekspor perdana tersebut merupakan hasil program pemberdayaan UMKM yang dijalankan ASPEKPIR bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Dalam pelaksanaannya, ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir.
Pelepasan ekspor berlangsung di gudang PT Arra Setya Abadi di Belawan. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono dan Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat.
Hadir pula Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah juga mengikuti kegiatan tersebut.
Selain itu, acara dihadiri Sekretaris Jenderal ASPEKPIR Syarifuddin Sirait dan Ketua ASPEKPIR Langkat Sahnan Solin. Perwakilan Badan Karantina, akademisi, petani, dan pengrajin lidi sawit turut hadir.
Baca juga : SPI Dukung Ekspor Sawit Satu Pintu dan Penguatan Petani
Dalam kesempatan itu, Anwar Sadat membacakan sambutan tertulis Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP. BPDP menilai pemanfaatan produk samping sawit memiliki nilai tambah ekonomi yang besar.
Menurut BPDP, sosialisasi dan pelatihan pengolahan lidi sawit telah dilakukan sejak 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di berbagai daerah sentra sawit.
Beberapa daerah yang menjadi lokasi workshop antara lain Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, dan Pasangkayu. Program itu bertujuan meningkatkan kemampuan petani dan UMKM menghasilkan produk sesuai standar ekspor.
“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP dalam sambutan tertulisnya dikutip Jumat (19/6/2026).
BPDP menilai, keberhasilan ekspor perdana tersebut menunjukkan sawit merupakan komoditas yang inklusif. Manfaatnya dapat dirasakan petani, UMKM, koperasi, perempuan, pemuda, hingga pelaku ekspor.
Rantai pasok lidi sawit juga melibatkan banyak pihak. Kondisi itu dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi daerah.
Baca juga : Dari Pangkalan Gas Jadi Mesin Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan
Sementara itu, Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia Setiyono mengatakan ekspor perdana tersebut merupakan hasil program pemberdayaan UMKM yang dijalankan bersama BPDP.
Dia menyebut, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku. Kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 2.800 anggota koperasi.
Setiyono menilai pengembangan usaha berbasis lidi sawit dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani. Selama ini, lidi sawit masih belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” kata Setiyono.
Dia berharap semakin banyak petani sawit yang terlibat dalam usaha pengumpulan dan pengolahan lidi sawit. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ekonomi masyarakat perkebunan.
Selanjutnya, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi mengatakan permintaan lidi sawit di pasar internasional terus meningkat. Peluang ekspor produk tersebut masih terbuka lebar.
Menurut Ilham, pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP telah melakukan pendampingan sejak akhir 2024. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kualitas produk memenuhi kebutuhan pasar global.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah menilai ekspor tersebut menjadi contoh pemanfaatan limbah perkebunan bernilai ekonomi.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan produk turunan sawit. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Selain pelepasan ekspor, BPDP dan ASPEKPIR juga menggelar Workshop Praktik Ekspor Lidi Sawit di Kabupaten Langkat pada 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta.
Workshop dibuka Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Hendri Tarigan. Kegiatan itu juga diisi penandatanganan nota kesepahaman antara koperasi sawit dan pelaku ekspor.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan UMKM perkebunan. Program itu sekaligus bertujuan memperluas pasar ekspor produk turunan sawit Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya