Dark/Light Mode

Impor dari China Sudah Tiba, Pasokan Bawang Putih Selama Covid-19 Dipastikan Aman

Selasa, 31 Maret 2020 17:24 WIB
Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto (kiri) didampingi petugas karantina pelabuhan saat melakukan pemeriksaan kedatangan bawang putih impor di Balai Karantina Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/3). (Foto: Humas Kementan)
Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto (kiri) didampingi petugas karantina pelabuhan saat melakukan pemeriksaan kedatangan bawang putih impor di Balai Karantina Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/3). (Foto: Humas Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok bawang putih di seluruh Indonesia aman dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Sebab, bawang putih impor dari China sudah datang melalui 3 pelabuhan besar di Indonesia yakni Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), dan Pelabuhan Belawan (Medan) serta via Batam. 

Hal ini disampaikan Dirjen Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto, saat memantau kedatangan bawang putih impor di Balai Karantina Tanjung Perak, Surabaya. Bawang putih impor ini didatangkan CV. Semangat Tani Maju Bersama (STMB) yang sudah mendapat rekomendasi dan izin impor dari pemerintah.

Berita Terkait : Lagi, ASN Kementan Serahkan Bantuan Alat Kesehatan untuk Atasi Covid-19

Di 2020, Kementan menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) untuk bawang putih sebanyak 450.000 ton untuk kebutuhan 10-11 bulan ke depan. Impor bawang putih ini sudah datang ke 3 pelabuhan besar di Tanah Air sejak 11 Maret. Totalnya sudah ada 7.700 ton bawang putih yang sudah masuk melalui Surabaya.

"Hari ini di Tanjung Perak, Surabaya kedatangan 1.500 ton bawang putih impor dari China dengan menggunakan 40 kontainer. Kedatangan bawang putih ini diharapkan akan menurunkan harga bawang putih dari Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram. Saat ini bawang putih dari China ini sudah masuk ke pasar-pasar di Tanah Air," jelas Prihasto Setyanto, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,. Senin (30/3).

Berita Terkait : Anjing dan Kucing Tak Tularkan Covid-19

Nantinya, setiap pekan akan ada 100 -150 kontainer yang akan mendarat di empat pelabuhan di Indonesia. Sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Karena pemerintah tetap menjaga pasokan bahan baku. "Kedatangan ini akan berlanjut terus, sudah ada jadwalnya sampai akhir tahun. Minggu depan juga akan ada yang masuk lagi. Karena kami sudah menerbitkan RIPH 450.000 ton bawang putih untuk 54 importir," tegasnya.

Sebanyak 54 importir ini juga memiliki kewajiban menanam bawang putih di Tanah Air yang bekerjasama dengan petani lokal. Ini berlaku langsung setelah bawang putih impor pesanan mereka datang hingga 1 tahun ke depan.

Berita Terkait : Hasil EWS Kementan, Pasokan Cabe Aman Sampai Setelah Lebaran

Tak hanya bawang putih, Kementan juga telah menerbitkan rekomendasi impor bawang bombai yang sekarang harganya melejit hingga Rp 120 ribu per kilogram. Prihasto menerangkan, importir yang mendapat izin sudah melakukan pembelian bawang bombai dari China, Australia, dan Selandia Baru. Pihaknya telah menerbitkan rekomendasi impor sebanyak 227 ribu ton.

"Pertengahan April nanti akan datang bawang bombay sehingga harga bisa turun hingga Rp 25.000 per kilogram. Jadi kami minta sekali lagi masyarakat jangan khawatir, kami menjamin ketersedian pangan di Indonesia selama Covid-19 ini akan tetap aman dan terkendali," tandasnya. [KAL]