Dark/Light Mode

Komut Pertamina Cek Proyek Strategis Di Tuban, Pastikan Pasokan Energi Aman

Rabu, 1 Juli 2026 22:35 WIB
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan Management Walkthrough (MWT) ke kawasan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026). (Foto: Pertamina)
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan Management Walkthrough (MWT) ke kawasan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026). (Foto: Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meninjau sejumlah proyek strategis dan infrastruktur energi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, guna memastikan proyek nasional dan fasilitas energi berjalan optimal dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Kunjungan yang dilakukan pada Selasa (30/6/2026) itu merupakan bagian dari fungsi pengawasan perusahaan terhadap pelaksanaan proyek strategis serta keandalan infrastruktur energi yang dikelola Pertamina.

Agenda diawali dengan peninjauan Proyek New Grass Root Refinery (NGRR) yang dikelola PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Kilang baru yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan mendukung pemenuhan kebutuhan energi sekaligus bahan baku industri nasional.

Iriawan mengatakan pembangunan NGRR Tuban menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia sehingga pelaksanaannya harus terus dikawal agar sesuai target.

Baca juga : Kawal PSN, Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Ketahanan Energi Nasional

“Ini merupakan aset strategis nasional. Kehadiran saya di Tuban adalah untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa,” ujar Iriawan.

Setelah meninjau proyek kilang, Iriawan melanjutkan kunjungan ke PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Fuel Terminal (FT) Tuban, dan Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur.

Fuel Terminal Tuban berfungsi sebagai terminal transit strategis yang menerima pasokan bahan bakar minyak (BBM) melalui kapal tanker maupun jaringan pipa. Fasilitas tersebut didukung belasan tangki penyimpanan dengan kapasitas total mencapai 305.192 kiloliter (KL).

Dalam kunjungan itu, Iriawan meninjau langsung operasional terminal yang mampu mengelola penyaluran sekitar 27.000 KL BBM per hari.

Baca juga : Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman

“Kunjungan saya ini sekaligus memastikan bahwa seluruh instrumen di lapangan bekerja secara optimal dalam menjaga pasokan bahan bakar agar tetap aman di berbagai wilayah,” katanya.

Pertamina menyebut FT Tuban kini berkembang menjadi salah satu simpul logistik energi utama untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatim Balinus). Terminal tersebut juga melayani distribusi BBM ke berbagai daerah, seperti Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Timor-Leste.

Pada kesempatan yang sama, Iriawan juga meninjau Terminal LPG Refrigerated Jawa Timur yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu memasok sekitar 35–40 persen kebutuhan LPG nasional.

Menurut dia, keberadaan terminal tersebut akan meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat ketahanan pasokan LPG nasional.

Baca juga : Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF & Operasional B50 di Jatim

“Keberadaan terminal ini diharapkan mampu memangkas jalur distribusi, meningkatkan efisiensi logistik, dan memperkuat ketahanan pasokan LPG nasional,” ujarnya.

Menutup kunjungan kerjanya, Iriawan mengingatkan pentingnya menjaga aspek keselamatan kerja dan keandalan jaringan pipa yang menopang sekitar 58 persen penyaluran gas melalui Subholding Gas Pertamina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.