Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Komut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Kunci Pelayanan ke Masyarakat
- De la Fuente: Spanyol Tampil Nyaris Sempurna
- Qodari: Stimulus Ekonomi Semester II Arahan Prabowo Jaga Daya Beli
- Bupati Langkat yang di-OTT Tiba di Gedung KPK, Jalani Pemeriksaan Lanjutan
- Tanjung Verde Siap Singkirkan Lionel Messi Cs
IHSG Naik Ke 5.709, Sinyal The Fed Bikin Investor Optimistis
Kamis, 2 Juli 2026 09:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Penguatan terjadi di tengah pelaku pasar yang masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral global, terutama The Federal Reserve (The Fed).
Mengacu pada data pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 14,72 poin atau 0,26 persen ke level 5.709,84. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut menguat 2,57 poin atau 0,46 persen ke posisi 559,32.
Baca juga : IHSG Melemah Ke 6.096, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan secara teknikal IHSG masih berpeluang menguat, meski ruang kenaikannya diperkirakan terbatas.
“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di kisaran 5.320-5.735. Potensi koreksi masih berpotensi terjadi, tetap hati-hati,” ujar Nico dalam risetnya, Kamis (2/7/2026).
Baca juga : Luhut ke Singapura Tenangkan Investor
Nico menilai meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tidak kembali naik, bahkan cenderung turun.
Ia menambahkan, bank sentral AS juga menilai lonjakan inflasi yang terjadi pada tahun sebelumnya hanya bersifat sementara. Penurunan harga energi dan bensin, ditambah kabar mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, turut membantu meredakan tekanan inflasi.
Baca juga : IHSG Dibuka Turun Ke 8.092, Tertekan Sentimen Geopolitik
Meski demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi di tengah masih tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya