Dark/Light Mode

Dukung B50, Organda Minta Pasokan Solar Tetap Aman

Kamis, 2 Juli 2026 21:32 WIB
Ketua Umum Organda Andrianto Djokosoetono. Dok.  Blue Bird
Ketua Umum Organda Andrianto Djokosoetono. Dok. Blue Bird

RM.id  Rakyat Merdeka - Gabungan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyatakan siap mendukung penerapan biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026. Meski demikian, Organda meminta implementasi B50 dibarengi pengawasan kualitas bahan bakar, evaluasi berkala, serta jaminan ketersediaan solar di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Organda Adrianto Djokosoetono mendukung kebijakan Pemerintah dengan catatan kualitas B50 telah disempurnakan agar tidak menimbulkan persoalan pada komponen mesin kendaraan seperti yang sempat terjadi pada penggunaan B40.

"Sebab, hal itu tidak hanya berdampak pada biaya perawatan, tetapi juga akan terus kami evaluasi dalam penerapannya," kata Adrianto di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Baca juga : Iperindo Dukung Penerapan B50 Industri Perkapalan & Sosialisasi Diperluas

Menurut Adrianto, Organda akan mengimbangi penerapan B50 dengan meningkatkan perawatan armada, tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Ia mengungkapkan, sejumlah agen pemegang merek (APM) kendaraan bus telah menyampaikan kekhawatiran terkait kesesuaian kualitas B50 dengan spesifikasi mesin. Organda tetap akan memantau dampaknya setelah kebijakan tersebut berjalan.

"Penerapan B50 sudah menjadi konsekuensi yang harus dijalankan. Kami akan terus mengevaluasi seperti apa dampaknya terhadap operasional armada," ujarnya.

Adrianto juga mengapresiasi pemerintah yang telah melibatkan Organda dalam uji coba B50. Dirinya meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap tangki penyimpanan di SPBU agar kualitas B50 tetap terjaga.

Baca juga : Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman

"Perlu ada pengawasan terhadap kondisi tangki penyimpanan di SPBU karena B50 rentan mengalami perubahan kimiawi yang dapat memengaruhi kualitas bahan bakar. Hal ini juga didukung hasil penelitian sejumlah ahli," jelasnya.

Senada, Sekretaris Jenderal Organda Kurnia Lesani Adnan menilai, persoalan yang lebih mendesak adalah menjamin ketersediaan solar bagi armada angkutan umum di seluruh wilayah Indonesia.

"Setiap saat, di mana pun ada SPBU, kami bisa membeli solar," kata Sani, sapaan akrabnya.

Baca juga : Mandiri Taspen Pastikan Layanan Di Purwokerto Tetap Normal

Menurut Sani, antrean panjang di SPBU akibat cepat habisnya kuota solar masih sering terjadi dan mengganggu operasional angkutan, terutama di jalur lintas Sumatera. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah banyaknya barcode pembelian solar yang berstatus tertunda atau ditolak.

"Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah agar operasional angkutan umum tidak terganggu," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :