Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 10 Pemain Tiga Singa Singkirkan Meksiko
- Bungkam Brazil, Erling Haaland: Ini Anugerah Tuhan
- BRINS Bayarkan Klaim Asuransi Rp950 Juta Untuk Korban Banjir Di Probolinggo
- Kapolri Ajak Brigade Persis Jaga Persatuan Demi Dukung Program Pemerintah
- Harry Kane Bangga Inggris Singkirkan Meksiko, Siap Tantang Norwegia
Pabrik Pengolahan Herbal Di Semarang Meledak
Menperin: Ini Alarm Keras Untuk Perketat K3 Nasional
Selasa, 7 Juli 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat (gercep) menangani insiden ledakan dan kebakaran di sebuah pabrik pengolahan herbal di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Selain mengawal proses investigasi, Kemenperin juga menegaskan pentingnya penguatan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh sektor industri untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka tersebut.
“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional industri. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar K3, khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga : Perbaiki Dulu Trotoar Rusak Dan JPO Keropos
Agus menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi untuk memverifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Berdasarkan laporan awal, terdapat indikasi suhu berlebih pada mesin produksi bertekanan tinggi.
Ledakan pada tabung sterilisasi di ruang produksi bagian belakang memicu kebakaran hebat hingga menyebabkan sebagian bangunan runtuh.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang pekerja warga Mranggen, Demak, meninggal dunia. Selain itu, tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang dan telah dievakuasi ke RSUD dr. Adhyatma, MPH untuk penanganan medis.
Baca juga : Swiss Vs Kolombia, Sensasi Cokelat VS Kopi
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, dugaan sementara penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi pada tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas kemampuan desain alat.
Untuk mendukung investigasi, operasional pabrik dihentikan sementara.
“Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian,” ujar Putu.
Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal kasus ini.
Baca juga : Pansus Hak Angket Bergulir, DPRD Gowa Jadwalkan Pemanggilan Bupati Husniah
Kemenperin mengimbau seluruh pelaku industri manufaktur memperketat kalibrasi dan pemeliharaan berkala pada mesin berisiko tinggi demi memperkuat budaya keselamatan kerja nasional. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 7 Juli 2026 dengan judul "Pabrik Pengolahan Herbal Di Semarang Meledak Menperin: Ini Alarm Keras Untuk Perketat K3 Nasional"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya