Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 10 Pemain Tiga Singa Singkirkan Meksiko
- Bungkam Brazil, Erling Haaland: Ini Anugerah Tuhan
- BRINS Bayarkan Klaim Asuransi Rp950 Juta Untuk Korban Banjir Di Probolinggo
- Kapolri Ajak Brigade Persis Jaga Persatuan Demi Dukung Program Pemerintah
- Harry Kane Bangga Inggris Singkirkan Meksiko, Siap Tantang Norwegia
Gabung 30 Negara Ikut RIMPAC 2026
TNI Asah Kemampuan Bertempur Di Hawaii
Selasa, 7 Juli 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Latihan maritim terbesar di dunia, Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026, resmi digelar di Hawaii, Amerika Serikat (AS), selama enam pekan. Diikuti sekitar 30 negara, termasuk Indonesia, latihan ini bukan sekadar mengasah kemampuan tempur. Tapi juga memperkuat kerja sama keamanan untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka.
Komandan RIMPAC Combined Exercise Control Group Suzanne Bailey mengatakan, tema latihan tahun ini adalah Partners Integrated and Prepared (mitra yang Terintegrasi dan Siap). RIMPAC 2026 berlangsung pada 24 Juni-31 Juli 2026.
“Latihan seperti RIMPAC bukan hanya tentang kapal perang dan pesawat. Bersama-sama kami meningkatkan kesiapan kolektif, sekaligus memperkuat komitmen terhadap kawasan yang bebas dan terbuka,” ujar Bailey dalam konferensi pers virtual, Senin (6/7/2026).
Sebanyak 30 negara ambil bagian dalam latihan tersebut dengan melibatkan sekitar 30.000 personel militer dari unsur angkatan laut, korps marinir, angkatan udara, hingga penjaga pantai.
Selain itu, puluhan kapal perang, kapal selam, pesawat udara dan berbagai sistem nirawak turut dikerahkan dalam latihan.
Namun, Bailey tidak merinci jenis maupun spesifikasi alat utama sistem senjata (alutsista) yang digunakan dengan alasan keamanan.
Baca juga : Felicya Angelista Hidung Mancung, Bantah Oplas
Menurut Bailey, integrasi wahana tempur berawak dengan sistem nirawak menjadi salah satu fokus utama latihan tahun ini.
“Kami menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dan sulit diprediksi, sehingga meningkatkan kemampuan pencegahan terhadap potensi agresi,” katanya.
Selama enam pekan pelaksanaan, peserta menjalani berbagai skenario operasi. Mulai dari latihan pendaratan amfibi, peperangan antikapal selam, pertahanan udara, hingga operasi maritim multidomain.
RIMPAC 2026 juga mencakup latihan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta latihan penenggelaman kapal sasaran menggunakan amunisi tajam.
Bailey menegaskan, seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan integrasi, interoperabilitas dan kemampuan negara-negara peserta dalam beroperasi bersama di lingkungan maritim yang realistis.
Selain itu, RIMPAC 2026 menjadi ajang pengujian berbagai teknologi militer terbaru.
Baca juga : Portugal Vs Spanyol, Final Kepagian
Sekitar 40 program eksperimen armada dijalankan, termasuk pengembangan konsep operasi gabungan dan integrasi sistem berawak dengan sistem nirawak.
“Sistem nirawak merupakan salah satu aspek yang menarik dalam RIMPAC tahun ini. Bukan lagi sekadar peningkatan kemampuan secara bertahap, sistem ini bagian yang sangat penting bagi angkatan laut saat ini maupun di masa depan,” tuturnya.
Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) turut ambil bagian dalam latihan multilateral tersebut. Bailey mengatakan, Indonesia mengirimkan personel Korps Marinir, satuan infanteri, staf dan tim medis yang akan berlatih bersama negara-negara peserta dalam berbagai skenario operasi.
“Dalam setiap spesialisasi tersebut, mereka akan berintegrasi dengan seluruh negara mitra, baik dalam kegiatan medis maupun operasi pendaratan amfibi. Mereka juga akan mengikuti seluruh rangkaian latihan yang telah dijadwalkan,” kata Bailey.
Berdasarkan keterangan resmi TNI AL, kontingen Indonesia dipimpin Letkol Laut (P) Eko Triyatomo sebagai Komandan Satuan Tugas Latihan Multilateral (Dansatgas Latma) RIMPAC 2026. TNI AL juga mengirimkan shore staff Kapten Laut (P) Suhari Rumalean beserta unsur tugas Korps Marinir.
TNI AL menegaskan, keikutsertaan Indonesia dalam RIMPAC merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan interoperabilitas, profesionalisme prajurit, sekaligus mempererat kerja sama maritim dengan negara-negara sahabat.
Baca juga : Kebakaran TPA Jatiwaringin Tidak Bisa Dianggap Enteng
Partisipasi dalam RIMPAC 2026 juga diharapkan memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia, serta meningkatkan kapasitas prajurit dalam menjalankan operasi multilateral.
Melalui keikutsertaan tersebut, Indonesia ingin terus menegaskan perannya sebagai negara maritim yang aktif berkontribusi menjaga keamanan, stabilitas dan perdamaian dunia. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 7 Juli 2026 dengan judul "Gabung 30 Negara Ikut RIMPAC 2026 TNI Asah Kemampuan Bertempur Di Hawaii"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya