Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ilham Nurhidayatuloh:
Jembatan Merah Putih Presisi Investasi Pendidikan dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Kamis, 9 Juli 2026 12:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Co-Founder Adidaya Foundation, Ilham Nurhidayatuloh, menilai peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan contoh nyata pembangunan yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan tambahan tersebut, jumlah Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun Polda Riau mencapai 110 unit, sedangkan secara nasional telah terbangun sekitar 807 jembatan.
Ilham menyatakan, infrastruktur tersebut memperkuat konektivitas desa, memangkas waktu tempuh, membuka akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan sentra ekonomi masyarakat. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, konektivitas merupakan modal dasar untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
"Kami memandang pembangunan jembatan yang diinisiasi Bapak Kapolri bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang," ucap Ilham.
"Ketika anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan cepat, ketika masyarakat tidak lagi terhambat sungai atau akses yang sulit untuk menjalankan aktivitas ekonomi, maka sesungguhnya negara sedang membangun fondasi kemajuan bangsa dari tingkat paling dasar, yaitu kemudahan akses bagi seluruh warga," sambungnya.
Baca juga : Menhut: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru
Ilham menjelaskan, secara ekonomi, pembangunan infrastruktur memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan. Kajian World Bank menunjukkan bahwa peningkatan konektivitas mampu menekan biaya logistik, meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan menarik investasi baru.
Di Indonesia, biaya logistik masih berkisar 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga pembangunan jembatan dan jalan menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi nasional. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi yang memadai mampu meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperkuat UMKM, hingga menciptakan lapangan kerja baru di daerah.
Ilham menambahkan, setiap jembatan yang dibangun akan mengurangi biaya ekonomi masyarakat. Petani lebih cepat membawa hasil panen ke pasar, nelayan lebih mudah mendistribusikan hasil tangkapan, pelaku UMKM memperoleh akses pasar yang lebih luas, sementara investor memiliki keyakinan lebih besar untuk masuk ke daerah yang konektivitasnya baik.
"Karena itu, pembangunan infrastruktur seperti ini bukan pengeluaran, melainkan investasi produktif yang menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah," jelas Ilham.
Baca juga : Perluasan Objek Pajak dan Kesediaan Memahami Fakta Sosial Ekonomi Rakyat
Menurut Ilham, dampak pembangunan jembatan tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan. Teori Human Capital yang dikembangkan Theodore Schultz dan Gary Becker menjelaskan bahwa pendidikan merupakan investasi utama bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun investasi tersebut membutuhkan akses yang memadai.
Pendekatan Capability Approach dari Amartya Sen menegaskan bahwa pembangunan harus memperluas kesempatan masyarakat untuk berkembang. Jalan dan jembatan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan karena menentukan kemudahan peserta didik menjangkau sekolah, menurunkan risiko putus sekolah akibat hambatan geografis, serta memperluas akses terhadap berbagai layanan publik.
"Sekolah yang berkualitas akan kehilangan makna apabila anak-anak kesulitan mencapainya. Karena itu, saya melihat jembatan bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menghubungkan mimpi anak-anak Indonesia dengan masa depan yang lebih baik. Infrastruktur adalah bagian penting dari investasi pendidikan karena memperluas kesempatan belajar secara nyata dan merata," kata Ilham.
Sebagai lembaga independen yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan dan ekonomi, Adidaya Foundation secara konsisten mendorong lahirnya kebijakan publik yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Melalui riset, advokasi kebijakan, pendidikan kepemimpinan, serta kolaborasi lintas sektor, Adidaya Foundation meyakini bahwa pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Keduanya merupakan prasyarat menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemerataan kesempatan, dan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga : KPK: OTT Bupati Langkat Terkait Suap Proyek di Dinas Pendidikan & Perkim
"Kami memberikan penghargaan atas langkah Bapak Kapolri yang menghadirkan pembangunan dengan dampak yang langsung dirasakan masyarakat. Ketika keamanan mampu berjalan seiring dengan pembangunan, pendidikan semakin mudah diakses, dan ekonomi rakyat semakin bergerak, maka itulah esensi kehadiran negara yang sesungguhnya. Semoga semangat kolaborasi seperti ini terus diperluas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia," tutup Ilham Nurhidayatuloh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya