Dark/Light Mode

Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Jangkau 15.000 Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 18:39 WIB
Foto: Dexa Medica
Foto: Dexa Medica

RM.id  Rakyat Merdeka - Dexa Medica melalui Dharma Dexa terus menjalankan program Cek Kesehatan Segitiga sebagai inisiatif berkelanjutan yang mendukung upaya pemerintah memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Sejak diluncurkan pada 2024, program ini telah menjangkau lebih dari 15.000 masyarakat melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol yang dilengkapi edukasi kesehatan, konsultasi dokter, serta aktivitas fisik seperti zumba dan poundfit.

Komitmen tersebut kembali diwujudkan di Surabaya pada 12–13 Juli 2026. Sebanyak 782 peserta mengikuti Cek Kesehatan Segitiga di Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya untuk mengetahui faktor risiko kesehatannya sekaligus memahami langkah yang perlu dilakukan setelah pemeriksaan.

Hasil skrining di kedua lokasi menunjukkan sekitar enam dari sepuluh peserta memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit tidak menular, baik berupa tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, maupun kadar gula darah tinggi.

Dengan pelaksanaan di Surabaya, Cek Kesehatan Segitiga telah menjangkau lebih dari 15.000 peserta di berbagai kota, antara lain Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta, Karawang, Makassar, Palembang, Solo, Surabaya, Tangerang Selatan, dan Yogyakarta.

Baca juga : Menko Polkam: Pemerintah Pastikan Penanganan Kasus Profesional dan Transparan

Secara nasional, sekitar 63 persen peserta tercatat memiliki sedikitnya satu faktor risiko penyakit tidak menular. Dari seluruh peserta yang telah diperiksa, sebanyak 40,05 persen memiliki tekanan darah tinggi, 35,2 persen memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 14,88 persen menunjukkan kadar gula darah tinggi. Seorang peserta dapat memiliki lebih dari satu faktor risiko.

Temuan tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menyadari faktor risiko penyakit tidak menular karena umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting agar risiko dapat diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius.

Dokter Umum Rumah Sakit William Booth Surabaya, dr. Sheila, mengatakan pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan begadang menjadi beberapa faktor yang kerap meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

"Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol sejak dini. Ketika faktor risiko ditemukan, masyarakat dapat segera memperbaiki pola hidup dan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan tenaga kesehatan," ujar dr. Sheila.

Program Cek Kesehatan Segitiga dirancang tidak hanya berhenti pada penyampaian hasil pemeriksaan. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai hasil skrining, kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter, serta ajakan membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik bersama.

Baca juga : Jamaludin Malik Dukung Pemerintah Uji Coba CNG, Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular.

Head of Corporate Communications Dexa Group, Sonny Himawan, mengatakan Cek Kesehatan Segitiga merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Dexa Medica dalam mendukung transformasi layanan kesehatan Indonesia yang semakin menekankan upaya promotif dan preventif.

"Sebagai perusahaan farmasi nasional, kami percaya bahwa kontribusi terhadap kesehatan masyarakat juga perlu dimulai dari pencegahan. Melalui Cek Kesehatan Segitiga, kami berupaya mendukung program pemerintah dengan menghadirkan pemeriksaan kesehatan, edukasi, konsultasi dokter, dan aktivitas hidup sehat yang mudah dijangkau masyarakat," kata Sonny.

Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut memerlukan kolaborasi agar manfaatnya dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas. "Melalui kolaborasi dengan pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan komunitas, kami berharap semakin banyak masyarakat terdorong untuk memeriksakan kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan sejak dini," ujarnya.

Sementara itu, Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi, mengatakan pelaksanaan Cek Kesehatan Segitiga di Surabaya dirancang melalui dua lokasi dengan karakteristik peserta yang berbeda.

Baca juga : Pemerintah Sempurnakan Program Pelatihan SPPI, Keselamatan Peserta Diprioritaskan

"Pemilihan Lapangan Bogowonto dan Universitas Surabaya memungkinkan program menjangkau kelompok masyarakat yang lebih beragam. Pendekatan serupa akan terus dikembangkan di berbagai kota agar manfaat pemeriksaan dan edukasi kesehatan dapat dirasakan semakin luas," ujar Mateus.

Sebagai kelanjutan program, Cek Kesehatan Segitiga dijadwalkan kembali hadir di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu, 19 Juli 2026.

Salah seorang peserta, Anita (54), mengaku kegiatan tersebut membantunya memahami kondisi kesehatannya dengan lebih baik.

"Saya tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga penjelasan mengenai hasilnya dan apa yang perlu dilakukan setelahnya. Itu yang membuat kegiatan ini bermanfaat," ujarnya.

Ke depan, Cek Kesehatan Segitiga akan terus diperluas ke berbagai kota sebagai bagian dari kontribusi Dexa Medica dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.