Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Pembiayaan BSI OTO Tumbuh 12,40 Persen Tembus Rp 6,70 Triliun Per Juni 2026
Selasa, 14 Juli 2026 20:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pembiayaan kendaraan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui produk BSI OTO juga mencatatkan pertumbuhan yang solid.
Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan BSI OTO mencapai sekitar Rp 6,70 triliun, meningkat 12,40 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan kualitas pembiayaan yang masih terjaga.
Hal tersebut sejalan dengan tren industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional secara wholesales sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai lebih dari 400 ribu unit, tumbuh 15,89 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 376 ribu unit.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, di tengah dinamika ekonomi yang dinamis dan fenomena masyarakat yang masih selektif dalam berbelanja, bisnis pembiayaan kendaraan (OTO) BSI tetap menunjukkan kinerja positif.
Baca juga : BSI Kantongi Laba Hingga Rp 3,39 Triliun Naik 16,73 Persen Per Mei 2026
“Hal ini mencerminkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor masih tinggi, sekaligus menjadi indikator optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi domestik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Kemas mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Terlebih sejak penguatan transformasi digital, fitur Byond by BSI semakin lengkap dan bisa mengakomodir pengajuan pembiayaan termasuk kendaraan.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor otomotif masih memiliki prospek yang baik. Masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan.
“Namun dengan pertimbangan yang lebih matang dan mengedepankan skema pembiayaan syariah yang memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan,” katanya.
Baca juga : Capai 43,34 Persen, KUR Bank Mandiri Tembus Rp 17,77 Triliun Per Mei 2026
Selain didorong oleh kebutuhan mobilitas, pertumbuhan pembiayaan kendaraan juga ditopang oleh sejumlah faktor. Seperti, kebijakan Pemerintah yang mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta semakin beragamnya pilihan kendaraan di pasar.
Pertumbuhan pembiayaan kendaraan di BSI juga didukung berbagai program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan nasabah.
“Salah satunya adalah skema angsuran tetap hingga lunas yang memberikan kepastian cicilan selama masa pembiayaan, sehingga nasabah dapat mengatur arus kas bulanan dengan lebih nyaman dan terencana," ujar Kemas.
Menurut Kemas, BSI juga terus memperluas kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis, serta menghadirkan berbagai program kolaborasi untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan kendaraan bagi masyarakat.
Baca juga : Brahim Diaz Pede Maroko Tembus Final Piala Dunia 2026
Salah satunya dengan hadir melalui literasi dan gathering di sejumlah kota besar.
“Dengan fundamental bisnis yang kuat serta dukungan ekosistem pembiayaan yang semakin luas, BSI optimis pembiayaan kendaraan akan terus menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026,” pungkas Kemas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya