Dark/Light Mode

Pasokan Bawang Merah pada April dan Mei Diprediksi 22 Ribu Ton

Minggu, 5 April 2020 23:38 WIB
Perkebunan bawang merah di Bima, NTB, yang siap panen. (Foto: Dok. Kementan)
Perkebunan bawang merah di Bima, NTB, yang siap panen. (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, memastikan, menjelang Ramadhan, ketersediaan bawang merah aman meski Indonesia tengah mengalami pandemi Covid-19. Berdasarkan data monitoring Early Warning System (EWS) yang dirilis Ditjen Hortikultura, produksi bawang merah pada April 2020 diperkirakan menyentuh angka 135.755 ton. Sementara, kebutuhannya diprediksi mencampai 114.710 ton. Sehingga masih ada surplus sebesar 21.045 ton.

“Begitu pun di bulan Mei. Produksi diperkirakan mencapai 120.373 ton, sementara kebutuhan berada diangka 119.080 sehingga masih ada surplus 1.293 ton,” ujar Anton, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (5/4). 

Berita Terkait : Bawang Bombai Impor Cepat Datang, Komisi IV DPR: Ini Tenangkan Masyakarat

Anton mengatakan, hampir seluruh sentra produksi bawang marah di Indonesia akan terus berproduksi. Dia merinci, untuk wilayah Brebes saja produksinya bisa mencapai 69.749 ton, Enrekang 28.272 ton, Bima 20.921 ton. 

“Begitu pun daerah sentra lainnya seperti Garut, produksinya bisa mencapai 12.127 ton, Pati 10.665 ton, Probolinggo 9.488 ton, Demak 8.742 ton, Cirebon 8.092 ton, Nganjuk 5.765 ton, Malang 5.159 ton, Grobogan 4.963 ton dan Temanggung 4.172 ton,” jelasnya. 

Berita Terkait : Ini Upaya Kementan Jaga Keseimbangan Supply and Demand Ayam Ras Saat Wabah Covid-19

Anton mengatakan, apabila terjadi kelangkaan pasokan di Jabodetabek, sentra-sentra tersebut yang akan digerakkan untuk meningkatkan suplai ke pasar induk se-Jabodetabek. Terkait pendistribusian, pihaknya telah menggandeng beberapa start-up bidang pertanian seperti Sayur Box, Tani Hub, dan Kedai Sayur untuk membantu memasarkan hasil panen petani hingga ke konsumen. “Ini untuk memudahkan petani menjual produknya dan memudahkan konsumsen memperoleh kebutuhan pangan, jadi masyarakat bisa belanja walau tetap di rumah,” terangnya.

Petani Milenial sekaligus pelaku usaha bawang merah asal Bandung, Ujang Margana, mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan, situasi produksi dan distribusi bawang merah saat ini dalam kondisi yang aman. “Nggak usah kkawatir, pasokan bawang merah saat ini cukup besar. Karena akhir bulan ini hingga awal April banyak daerah penghasil bawang merah memasuki masa panen. Distribusinya juga dijamin tetap lancar meskipun ada zona merah pandemi corona,” ucapnya. [KAL]