Dark/Light Mode

Yayasan Astra Tampilkan Pembinaan UMKM Dan SDM Unggul Di GIIAS 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 21:04 WIB
Foto: Astra
Foto: Astra

RM.id  Rakyat Merdeka - Yayasan Astra turut berpartisipasi dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan menghadirkan pameran pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah/industri kecil menengah (UMKM/IKM) serta sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai wujud komitmen memperkuat ekosistem industri otomotif nasional.

Melalui Booth Yayasan Astra di Selasar Convention Hall, Hall Nusantara, ICE BSD, Tangerang, Yayasan Astra menampilkan sinergi dua lembaga di bawah naungannya, yakni Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan ASTRAtech. Booth tersebut dapat dikunjungi selama penyelenggaraan GIIAS 2026 hingga 9 Agustus 2026.

Mengusung tema “Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif”, pameran ini menampilkan berbagai program pembinaan UMKM/IKM manufaktur serta pengembangan SDM vokasi yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif.

Dalam sesi diskusi bersama media hadir Ketua Pengurus Yayasan Astra-YDBA Rahmat Samulo, Direktur ASTRAtech Henri Paul, Pemilik PT Arkha Industries Indonesia Mad Ali Haris, serta alumni Program Astra Meister ASTRAtech yang kini menjabat sebagai Workshop Supervisor PT Astra International Tbk–BMW Sales Operation, Wisnu Prasetyo.

Booth Yayasan Astra juga mendapat kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Keduanya meninjau langsung hasil pembinaan UMKM/IKM manufaktur serta program pengembangan SDM yang dijalankan Yayasan Astra.

Rahmat Samulo mengatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kolaborasi antara dunia industri, pendidikan vokasi, dan pemerintah dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Baca juga : Menkeu: Penjualan Mobil Naik 32,9%, Bukti Daya Beli Masyarakat Kuat

Menurutnya, melalui pembinaan UMKM/IKM yang berkelanjutan serta pengembangan talenta vokasi berstandar industri, Yayasan Astra terus berkomitmen membangun rantai pasok industri yang lebih kuat sekaligus menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.

“Melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra, Astra terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas,” kata Rahmat dalam keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).

UMKM Binaan Berhasil Naik Kelas

Salah satu UMKM manufaktur otomotif binaan Yayasan Astra-YDBA adalah PT Arkha Industries Indonesia yang mulai didampingi sejak 2022. Perusahaan ini memiliki kompetensi pada proses pengecatan (painting) komponen berbahan plastik dan logam.

Pemilik PT Arkha Industries Indonesia Mad Ali Haris mengatakan pendampingan yang berfokus pada peningkatan aspek Quality, Cost, and Delivery (QCD) membuat perusahaan mampu bertransformasi hingga meraih penghargaan UMKM Mandiri Terbaik 2024.

Arkha juga berhasil menjadi pemasok tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) setelah memenuhi audit kapasitas produksi, standar mutu, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Produk hasil proses painting perusahaan tersebut turut dipamerkan di Booth Yayasan Astra selama GIIAS 2026.

“Sejak mendapatkan pembinaan dari Yayasan Astra-YDBA, perjalanan bisnis kami berubah drastis. Kami dibimbing membangun fondasi usaha melalui disiplin QCD, mulai dari menjaga kualitas agar zero defect, meningkatkan efisiensi biaya, hingga memastikan pengiriman tepat waktu,” ujar Ali.

Baca juga : BSI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem UMKM Terintegrasi

Ia menambahkan, status sebagai pemasok tier 1 ASKI menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu bersaing di rantai pasok industri otomotif nasional selama memenuhi standar industri yang ditetapkan.

Arkha yang berdiri pada 2014 semula merupakan usaha mikro dengan omzet di bawah Rp 2 miliar per tahun dan mempekerjakan puluhan karyawan. Setelah mendapatkan pembinaan sejak 2022, omzet perusahaan pada 2025 meningkat menjadi Rp 34,96 miliar dengan jumlah tenaga kerja mencapai 221 orang. Saat ini Arkha telah berkembang menjadi usaha menengah dengan fasilitas pabrik seluas 17.000 meter persegi.

“Pencapaian ini menegaskan bahwa melalui pembinaan yang konsisten, UMKM mampu memenuhi standar tinggi dan bersaing dalam rantai pasok industri otomotif nasional,” katanya.

ASTRAtech Cetak SDM Berstandar Industri

Selain membina UMKM, Yayasan Astra melalui ASTRAtech juga mengembangkan SDM unggul melalui program ASTRAtech Dual System, yaitu model pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan di kampus dengan praktik langsung di perusahaan Grup Astra maupun mitra industri.

Direktur ASTRAtech Henri Paul mengatakan kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa ASTRAtech sejak hari pertama perkuliahan sudah merasakan atmosfer dunia industri. Seluruh materi pembelajaran praktik disusun bersama industri,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Daya Saing 66 Ribu UMKM Lewat Storytelling

Pada tahun terakhir perkuliahan, mahasiswa juga menjalani program magang, termasuk di IKM binaan Yayasan Astra-YDBA, sehingga pengalaman belajar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, ASTRAtech menyelenggarakan Program Bachelor Professional Automotive Mechatronics, program berstandar Meister Jerman yang telah berjalan sejak 2019 bekerja sama dengan Handwerkskammer (HWK) Koblenz, Zentralverband Deutsches Kraftfahrzeuggewerbe (ZDK) Jerman, serta AHK-EKONID.

Program berdurasi 10 bulan tersebut diakhiri dengan uji kompetensi yang dilakukan langsung oleh asesor dari Jerman.

Salah satu alumninya, Wisnu Prasetyo, kini menjabat sebagai Workshop Supervisor PT Astra International Tbk–BMW Sales Operation setelah sebelumnya berkarier sebagai Technical Advisor.

“Bagi saya, Astra Meister bukan hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk pola pikir dan kepemimpinan,” kata Wisnu.

Ia menilai program tersebut memperluas pemahaman terhadap dinamika bisnis otomotif, memperkuat kemampuan kepemimpinan, serta meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. “Bekal tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan karier saya dari Technical Advisor hingga dipercaya menjadi Workshop Supervisor,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.