Dark/Light Mode

Produksi Penuh Akhir 2027

Tony Wenas: Freeport Indonesia Harus Bangkit Lebih Kuat

Senin, 17 Agustus 2026 17:42 WIB
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan sepak bola Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026). (Foto: dok. PTFI)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan sepak bola Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026). (Foto: dok. PTFI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan komitmen perusahaan untuk bangkit lebih kuat di tengah proses pemulihan operasi tambang bawah tanah, pasca insiden luncuran material basah di Grasberg Block Cave, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Insiden ini mengakibatkan tujuh pekerja tewas. Aktivitas penambangan di blok produksi yang terdampak, langsung dihentikan sementara, demi memprioritaskan proses evakuasi dan pembersihan material.

“Freeport Indonesia harus mampu bangkit lebih kuat. Dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, dan komitmen yang tidak pernah surut terhadap keselamatan, saya yakin kita akan mampu melewati masa ini dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik bagi perusahaan, para pekerja, masyarakat, pemangku kepentingan, bagi bangsa dan negara,” kata Tony, saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan sepak bola Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Menurut Tony, semangat bangkit bersama tercermin dari proses pemulihan operasi tambang bawah tanah PTFI sekaligus tekad seluruh karyawan untuk terus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Di tengah proses pemulihan tersebut, PTFI mencatat sejumlah pencapaian penting yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dan tumbuh bersama Indonesia dalam jangka panjang.

Baca juga : Freeport Indonesia Juara Umum IMERC 2026, Rescuer Diuji Hadapi Kondisi Darurat

Berkat kerja keras seluruh tim dan dukungan berbagai pihak, kapasitas produksi PTFI diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester II 2026. Dengan kapasitas tersebut, PTFI menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.

“Kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga sekitar 75 persen pada pertengahan tahun 2027, dan secara bertahap mendekati kapasitas produksi penuh pada akhir tahun 2027,” ujar Tony.

Pemulihan operasi tersebut, lanjut Tony, tidak hanya penting bagi keberlanjutan kegiatan perusahaan, tetapi juga bagi keberlanjutan kontribusi PTFI kepada negara.

Sepanjang 2025, PTFI telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 75 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 13 triliun menjadi  bagian pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.

“Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan. Nantinya, ketika kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun,” papar Tony.

Keberagaman Adalah Kekuatan 

Baca juga : Akhir 2027, Freeport Targetkan Tambang Bawah Tanah Grasberg Beroperasi Penuh

Peringatan HUT RI tahun ini juga memiliki makna khusus bagi PTFI. Sejak mulai beroperasi pada 1973, PTFI tidak pernah absen menyelenggarakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus wujud komitmen sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Memasuki tahun ke-53 penyelenggaraan, upacara tahun ini menjadi momentum untuk kembali menegaskan semangat persatuan dan gotong royong keluarga besar PTFI.

Tony mengatakan, semangat tersebut semakin kuat karena PTFI merupakan keluarga besar yang terdiri dari lebih dari 30.000 karyawan dari berbagai daerah, suku, agama, dan budaya di Indonesia.

“Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Dengan berbagai suku bangsa dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Rote, walau diuji berkali-kali, atas pertolongan Tuhan, kita tidak tercerai berai, bahkan semakin erat bersatu, semakin kokoh sebagai satu keluarga besar, One Freeport,” katanya.

Semangat bangkit tersebut juga tidak terlepas dari nilai SINCERE yang menjadi landasan PTFI dalam menjalankan kegiatan perusahaan, yakni Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence.

Baca juga : Pengamat: Wajar Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK Dari Sekarang

Melalui semangat One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama yang sejalan dengan tema HUT ke-81 RI: Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, PTFI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

“Di tengah semua ujian yang kita hadapi saat ini, dari Tembagapura saya sampaikan, dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit,” tutup Tony.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.