Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
ASDP Kerahkan 2 Armada Tangguh Pulihkan Pascagempa NTT
Rabu, 19 Agustus 2026 17:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika bencana datang, pemulihan membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Dibutuhkan akses, mobilisasi, dan keberanian untuk bergerak menuju wilayah yang membutuhkan.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), konektivitas laut menjadi salah satu jalur penting untuk memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat terdampak gempa.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengoptimalkan peran tersebut melalui dua armada tangguh, KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape, yang dikerahkan untuk mendukung penanganan dan pemulihan pascagempa di NTT.
Keduanya membawa dukungan yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan, namun memiliki tujuan yang sama: membantu mempercepat masyarakat dan wilayah terdampak untuk kembali bangkit.
Sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan, mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana melalui kedua armada tersebut tidak dipungut biaya.
Dukungan ini merupakan bentuk komitmen ASDP untuk membantu memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat bergerak cepat menuju masyarakat terdampak.
Baca juga : Kemendikdasmen: Pembelajaran Tetap Berjalan di Wilayah Terdampak Bencana di NTT
Terbaru, pada Selasa (18/8/2026), KMP Ile Ape diberangkatkan dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, menuju Palue, Kabupaten Sikka.
Kapal membawa personel Polres Sikka, tenaga medis, kendaraan, serta alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan material akibat bencana.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, dalam situasi darurat, konektivitas penyeberangan memiliki peran strategis karena memungkinkan personel, tenaga medis, peralatan, dan sumber daya bergerak menuju wilayah yang membutuhkan dukungan.
“ASDP terus berkomitmen mendukung penanganan bencana di NTT melalui konektivitas penyeberangan yang kami miliki. Mobilisasi personel, tenaga medis, maupun alat berat menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
KMP Ile Ape bertolak dari Kewapante pada pukul 17.30 WITA dan tiba di Palue pada pukul 22.25 WITA. Pelayaran tersebut membawa 35 penumpang dewasa, terdiri atas anggota Polres Sikka, termasuk lima dokter, serta kendaraan dan peralatan pendukung penanganan bencana.
Adapun muatan yang dibawa meliputi enam unit kendaraan Golongan II R-2, tiga unit kendaraan Golongan IV Barang R-4, serta dua unit alat berat excavator Golongan IX.
Baca juga : DPR Dorong Pemerintah Siapkan Sekolah Darurat di Daerah Terdampak Gempa NTT
Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan material di wilayah terdampak bencana di Palue, Kabupaten Sikka.
Sebelumnya, KMP Ile Labalekan juga telah dikerahkan untuk mendukung mobilisasi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Kehadiran kedua armada tersebut memperkuat peran ASDP dalam memastikan kebutuhan penanganan bencana dapat bergerak melalui jalur penyeberangan.
Sementara itu, Corporate Secretary ASDP Windy Andale menegaskan, dukungan kemanusiaan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pelayaran dan kesiapan operasional.
“Dalam setiap mobilisasi bantuan, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas. KMP Ile Ape diberangkatkan setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait dan memperoleh izin operasi dari KSOP setempat. Kondisi kapal dan seluruh crew juga dalam keadaan baik dan sehat,” ujar Windy.
Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, aparat, dan instansi terkait untuk mendukung kebutuhan mobilisasi bantuan di wilayah NTT.
Baca juga : Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting, Gratis
Dukungan dilakukan melalui armada, fasilitas kepelabuhanan, dan konektivitas penyeberangan agar sumber daya yang dibutuhkan dapat bergerak lebih cepat menuju masyarakat terdampak.
Bagi ASDP, konektivitas bukan sekadar menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya.
"Dalam situasi bencana, konektivitas menjadi jalur hadirnya pertolongan—membawa manusia untuk membantu, membawa peralatan untuk memulihkan, dan menghadirkan harapan agar masyarakat NTT dapat segera bangkit," ujar Windy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya