Dark/Light Mode

Kemarau Tekan Industri Kokas, Pasokan Air dan Angkutan Batubara Terganggu

Selasa, 1 September 2026 08:12 WIB
Ketua APUKN Elias Ginting. (Foto: Ist)
Ketua APUKN Elias Ginting. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Musim kemarau mulai memberikan tekanan terhadap operasional industri kokas nasional, menyusul keterbatasan pasokan air di kawasan industri Morowali serta menurunnya muka air Sungai Barito yang menjadi salah satu jalur pengangkutan batu bara kokas dari Kalimantan.

Asosiasi Pelaku Usaha Kokas Nusantara (APUKN) mencatat sejumlah pelaku industri mulai melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran produksi di tengah dampak musim kemarau.

Ketua APUKN Elias Ginting mengatakan, sejumlah tenant, termasuk industri kokas di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), menghadapi keterbatasan pasokan air. Dalam kondisi tertentu, pasokan air dilaporkan hanya mencapai sekitar 50 persen dari tingkat normal.

“Air merupakan salah satu utilitas penting bagi industri kokas, terutama untuk pendinginan, pengendalian emisi, dan berbagai proses penunjang. Industri saat ini terus melakukan efisiensi dan optimalisasi penggunaan air agar produksi tetap berjalan,” kata Elias dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca juga : Pram Tebar Hujan Buatan Redam Polusi Dan Panas

Tekanan akibat kemarau juga terjadi pada sisi pasokan bahan baku. Sekitar 20 persen kebutuhan batu bara kokas industri berasal dari sumber domestik yang digunakan sebagai bagian dari campuran atau blendingbahan baku.

Sebagian pasokan tersebut berasal dari Kalimantan dan pengangkutannya bergantung pada jalur sungai. Kondisi muka air yang menurun pun mulai memengaruhi kapasitas angkutan batu bara.

Berdasarkan pengolahan APUKN terhadap data Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, rata-rata tinggi muka air di Muara Teweh turun dari sekitar 21,02 meter pada Juli menjadi 20,39 meter pada Agustus 2026.

Pada 12 Agustus 2026, muka air di wilayah tersebut bahkan sempat tercatat sekitar 19 meter. Penurunan juga terjadi di Marabahan, dari 11,91 meter menjadi 11,77 meter, serta di Gampa dari 15,16 meter menjadi 14,96 meter.

Baca juga : Hadapi Kemarau, Kemenhut Cek Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla

Menurut Elias, penurunan muka air sungai dapat menyebabkan tongkang tidak selalu dapat mengangkut batu bara sesuai kapasitas normal. Operator dalam kondisi tertentu harus mengurangi muatan atau menyesuaikan jadwal pelayaran demi menjaga keselamatan.

“Sekitar 20 persen bahan baku coking coal kami berasal dari dalam negeri. Ketika muka air sungai turun, kapasitas pengangkutan ikut terpengaruh,” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi kokas. Dampaknya dapat meluas pada volume ekspor produk sekaligus meningkatkan beban biaya logistik industri.

Meski demikian, APUKN menegaskan kegiatan produksi industri kokas secara umum masih berjalan. Pelaku usaha telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari efisiensi penggunaan air, pengaturan muatan dan jadwal tongkang, hingga menjaga tingkat persediaan bahan baku.

Baca juga : BAZNAS Distribusikan 1,5 Juta Liter Air Bersih ke 6 Provinsi

APUKN pun mendorong peningkatan koordinasi antara Pemerintah, pengelola kawasan industri, BWS, pemasok batu bara, dan pelaku logistik untuk memantau kondisi hidrologi selama musim kemarau.

Menurut asosiasi tersebut, kelancaran pasokan coking coal domestik penting bagi keberlangsungan industri kokas maupun rantai industri hilir yang menggunakan produk tersebut, termasuk industri feronikel, besi dan baja, serta baja nirkarat.

“Yang perlu kita jaga adalah agar tekanan akibat kemarau ini tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar terhadap rantai pasok dan program hilirisasi industri nasional,” kata Elias.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.