Dark/Light Mode

Konsumsi Rumah Tangga Terjaga, Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen

Kamis, 5 November 2026 18:22 WIB
Ilustrasi rak produk kebutuhan rumah tangga di supermarket. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026. Foto: Khairizal Anwar/RM.ID
Ilustrasi rak produk kebutuhan rumah tangga di supermarket. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026. Foto: Khairizal Anwar/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026. Komponen ini tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan memberikan kontribusi 2,62 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2026 sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,06 persen. Namun, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,89 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, konsumsi rumah tangga tetap terjaga di atas lima persen di tengah dinamika perekonomian.

“Komponen konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar bagi PDB. Sepanjang triwulan III-2026, komponen ini terjaga dengan baik, tecermin melalui pertumbuhan positif 5,04 persen dibanding triwulan III tahun lalu,” ujar Amalia di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, restoran dan hotel mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,59 persen. Disusul transportasi dan komunikasi yang tumbuh 5,83 persen serta kesehatan dan pendidikan sebesar 5,26 persen.

Baca juga : Konsumsi Rumah Tangga Meningkat, Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen

Sementara itu, pengeluaran untuk perumahan dan perlengkapan rumah tangga tumbuh 5,07 persen. Kelompok makanan dan minuman selain restoran meningkat 4,15 persen, sedangkan pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya tumbuh 3,48 persen.

Menurut Amalia, peningkatan konsumsi rumah tangga sejalan dengan kinerja sektor pariwisata yang menunjukkan tren positif. Aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat meningkat seiring bertambahnya perjalanan wisatawan nusantara serta keberangkatan penumpang berbagai moda transportasi.

Sepanjang Juli hingga September 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 308,43 juta perjalanan atau meningkat 7,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan mobilitas juga terlihat dari jumlah keberangkatan penumpang. Angkutan kereta api tumbuh 5,88 persen, angkutan penyeberangan meningkat 10,36 persen, sedangkan angkutan laut domestik naik 6,67 persen.

Amalia menyebut, berbagai kegiatan rekreasi, olahraga, konser musik, dan acara budaya selama triwulan III-2026 turut meningkatkan aktivitas pariwisata dan pergerakan masyarakat.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan III Tembus 5,47 Persen

“Ya, salah satunya tecermin dari perjalanan wisatawan nusantara atau wisnus selama bulan Juli hingga September 2026 yang mencapai 308,43 juta perjalanan atau naik 7,05 persen dari periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Penguatan konsumsi juga tercermin dari sejumlah indikator lain. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan sepeda motor secara wholesale tumbuh 8,92 persen sepanjang triwulan III-2026.

Sementara itu, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesale mobil penumpang meningkat 25,95 persen.

Aktivitas transaksi masyarakat juga semakin terlihat melalui penggunaan uang elektronik dan perdagangan digital. Perkembangan teknologi memudahkan masyarakat melakukan pembayaran tanpa uang tunai, termasuk melalui layanan transaksi tanpa kartu atau cardless di mesin ATM.

Selain itu, nilai transaksi barang dan jasa secara daring melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) turut menunjukkan perkembangan positif. Peningkatan juga tercatat pada volume penjualan listrik PLN untuk rumah tangga dan penjualan eceran riil.

Baca juga : BPS Catat 99 Kabupaten/Kota Tumbuh Di Atas 6 Persen

BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 mencapai 5,47 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi sejak 2023.

Secara kumulatif, ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.