Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sidang Gus Yaqut, Saksi Ceritakan Evaluasi Pelayanan Haji 2024
- KPK Lantik 7 Pejabat, Achmad Taufik Husein Jadi Direktur Penyidikan
- Ditelepon Teddy, Dirut KAI Merapat ke Istana
- Gunung Semeru 6 Kali Batuk-Batuk, Hindari Radius 13 Km Dari Pusat Erupsi
- Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Dimulai, Pendaftaran 5-10 November 2026
Kamar Dagang Hangzhou Hadir di Jakarta, Bidik Investasi dan Transfer Teknologi
Kamis, 5 November 2026 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kehadiran Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan membuka peluang baru bagi investasi, perdagangan, dan transfer teknologi antara Indonesia dan Tiongkok.
Organisasi ini dikukuhkan di Jakarta sebagai wadah untuk mempertemukan pengusaha kedua negara sekaligus memperluas kemitraan di berbagai sektor strategis.
Pengukuhan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Business Gathering tersebut diprakarsai PT Halimun Reka Mandiri dan mempertemukan pengusaha asal Hangzhou, Tiongkok, dengan pelaku usaha nasional, pimpinan organisasi bisnis, serta perwakilan pemerintah kedua negara.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia Ye Daifeng, Ketua Zhejiang General Chamber of Commerce Hu Xiaojie, Ketua China Chamber of Commerce in Indonesia Sun Shangbin, serta Niu Liang Liang selaku perwakilan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) di Indonesia.
Turut hadir Ketua Umum Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia–Tiongkok (LIT) Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto, Direktur Utama Peruri Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko, serta Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto.
Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, Ye Daifeng, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh pihak yang mendukung pembentukan organisasi tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi modal penting untuk memperkuat hubungan bisnis sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas antara pengusaha Hangzhou dan Indonesia.
Baca juga : Kolaborasi Pintu Goes to Office & Good Doctor Perluas Wawasan Investasi Digital
Ye menjelaskan, Hangzhou memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi modern di Tiongkok.
Kota tersebut mengalami kemajuan pesat dalam bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan, perdagangan elektronik, dan industri manufaktur berteknologi tinggi.
Potensi tersebut dinilai dapat dikolaborasikan dengan kekuatan ekonomi Indonesia, terutama dalam pengembangan industri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perluasan investasi.
Kehadiran Hu Xiaojie, Sun Shangbin, dan Niu Liang Liang juga diharapkan memperkuat jaringan kerja sama dunia usaha kedua negara.
Forum tersebut menjadi sarana untuk mempertemukan potensi industri dan teknologi Tiongkok dengan peluang investasi serta kebutuhan pengembangan industri nasional Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum LIT Mayjen TNI (Purn.) Sudrajat menekankan pentingnya Kamar Dagang Hangzhou sebagai wadah yang menghubungkan para pengusaha Indonesia dan Tiongkok.
“Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha, baik dari Tiongkok maupun Indonesia, sekaligus menjadi rumah bersama untuk memperluas jaringan bisnis dan mengembangkan kerja sama ekonomi kedua negara,” ungkap Sudrajat.
Mantan Duta Besar RI untuk Tiongkok tersebut menilai hubungan antarpelaku usaha merupakan fondasi penting dalam membangun kemitraan ekonomi bilateral yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Baca juga : Investor Diminta Jangan Cuma Percaya MSCI Cs
Dukungan terhadap penguatan kerja sama ekonomi juga disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto.
Ia mendorong agar investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada penanaman modal, tetapi juga menghasilkan transfer pengetahuan dan teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ekosistem bisnis.
Menurut Uus, kerja sama ekonomi harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengembangan industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan perluasan kesempatan usaha.
Ia berharap, kemitraan pengusaha Indonesia dan Tiongkok dapat berkembang hingga mencakup ekosistem bisnis secara menyeluruh sehingga manfaatnya turut dirasakan pelaku usaha nasional.
Imigrasi Siapkan Kemudahan bagi Investor
Dari aspek keimigrasian, Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto menegaskan pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan pelayanan visa bagi pengusaha dan investor asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Kemudahan tersebut ditujukan untuk mendukung mobilitas pelaku usaha, penjajakan investasi, dan pengembangan kerja sama ekonomi kedua negara.
Namun, Johanes menegaskan kemudahan pelayanan keimigrasian tetap disertai pengawasan terhadap jenis visa, izin tinggal, serta kesesuaian aktivitas warga negara asing dengan tujuan kedatangannya.
Ia juga memastikan pekerja asing yang menjalankan aktivitas secara sah di Indonesia tetap memperoleh perlindungan hak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga : Komisi III Bidik Aset Tindak Kejahatan Investasi Bodong
Pendekatan tersebut, menurutnya, mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan tetap menjaga kepastian hukum, pengawasan keimigrasian, dan perlindungan hak pekerja asing.
Sebagai pemrakarsa kegiatan, PT Halimun Reka Mandiri berkomitmen memperkuat hubungan bisnis Indonesia dan Tiongkok melalui pengembangan kemitraan di berbagai sektor strategis.
Sektor tersebut meliputi industri berbasis teknologi, industri pertahanan, manufaktur, perdagangan, investasi, pelayaran, pertambangan, serta perhotelan, restoran, dan kafe (horeka).
Melalui pengukuhan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, perusahaan berharap terbangun kemitraan yang tidak hanya memperluas arus investasi dan perdagangan, tetapi juga mempercepat transfer teknologi, memperkuat industri nasional, dan menciptakan lapangan kerja.
Sinergi antara pemerintah, organisasi bisnis, dan pelaku usaha kedua negara diharapkan menjadi fondasi bagi hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok yang semakin produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya