Dark/Light Mode

Jadi Market Leader

TelkomGroup Raup Laba Rp 18,66 Triliun Di 2019

Selasa, 26 Mei 2020 21:10 WIB
Gedung Telkom Landmark Tower 2, Gatot Subroto Jakarta.
Gedung Telkom Landmark Tower 2, Gatot Subroto Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kondisi industri yang disruptive dan penuh tantangan serta persaingan ketat,  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135,57 trilliun, atau tumbuh positif sebesar Rp 4,78 triliun (3,7%) sepanjang tahun 2019 dibanding tahun 2018. 

Di mana, laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) tercatat Rp 64,83 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 18,66 triliun, atau masing-masing tumbuh 9,5% dan 3,5% di 2019. Digital Business Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan Perseroan.

“Pencapaian di 2019  menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company dan berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, Selasa (26/05).
 
Telkom lanjut Ririek, terus  melakukan antisipasi terhadap perkembangan industri yang disruptive saat ini melalui pengembangan 3 perspektif domain bisnis digital, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital service. 

Baca juga : Lawan Covid, RI Dapat Pinjaman Rp 10,5 Triliun Dari Bank Dunia

Sebagai penyedia utama pada layanan broadband di Indonesia, operator merah putih  tetap terus memperkuat posisinya sebagai market leader pada domain digital connectivity melalui layanan berkualitas dan jangkauan terluas. 

Saat ini, layanan konektivitas digital Telkom sudah tersedia melalui jaringan serat optik backbone domestik Indonesia Digital Network yang telah terhubung dari Sabang hingga Merauke. 

“Layanan ini didukung oleh sistem kabel laut internasional melalui keberadaan kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) milik perseroan yang menghubungkan kabel bawah laut SEA-ME-WE5 dengan kabel bawah laut SEA–US yang menjadikan perseroan sebagai Global Digital Hub sekaligus gerbang utama konektivitas digital yang menyediakan direct broadband connectivity antara kawasan Eropa, Asia, dan Amerika,” ungkapnya.
 
Selain itu, lanjut Ririek pertumbuhan mobile broadband di masa mendatang masih berpotensi meningkat cukup besar karena semakin tingginya pengguna mobile data. 

Baca juga : Mantap, IOC Sawer Rp12 Triliun Demi Sukses Olimpiade 2021

Rata-rata konsumsi mobile data saat ini masih relatif rendah yaitu 5,2 GB per pelanggan per bulan, dibandingkan negara lain, seperti Thailand atau India yang masing-masing mencapai 13 GB dan 11 GB per pelanggan per bulan. 

Melihat hal tersebut, Telkom memperkirakan bahwa trafik data akan terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan seiring semakin beragamnya layanan digital, seperti games, video, advertising dan payment yang masih dalam fase awal pertumbuhan. 

Sedangkan untuk fixed broadband penetrasinya masih cukup rendah, yaitu kurang dari 15% dari populasi rumah tangga. 

Baca juga : Naik Tipis, Utang Luar Negeri Tembus Rp 5.791 Triliun

Namun Telkom berkeyakinan bahwa permintaan layanan IndiHome masih akan tetap tinggi dalam beberapa tahun mendatang untuk memberikan layanan fixed broadband berkualitas tinggi, memenuhi kebutuhan internet sekaligus mendukung aneka layanan digital service yang menarik.
 
Telkom juga mengakselerasi domain digital platform dengan cara mengembangkan layanan data center dan cloud mengarah pada smart platform sebagai enabler berbagai layanan dan solusi ICT. 

Selanjutnya, produk-produk digital service akan dikembangkan secara selektif, termasuk melalui akuisisi maupun kemitraan yang didukung secara sinergis oleh digital platform dan digital connectivity.
 
“Kami sadari bahwa kondisi saat ini menjadi tantangan. Melalui berbagai segmen bisnis, Telkom terus berupaya untuk mengembangkan berbagai layanan digital berbasis smart platform seperti Cloud, Big Data dan IoT (Internet of Things) sesuai kebutuhan para pelanggan dalam upaya memberikan pengalaman terbaik. Kami berkeyakinan bahwa lini bisnis digital merupakan pendorong pertumbuhan di masa mendatang,”tegasnya. [FIK]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.