Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Lazada Group, bisnis e-commerce utama Alibaba di Asia tenggara, mengumumkan Chun Li sebagai Group Chief Executive Officer untuk memimpin pertumbuhan baru Lazada, Jumat (26/06).
Dengan pengalaman di arsitektur teknologi dan strategi produk, Li akan terus memperkuat posisi kompetitif Lazada melalui penerapan data technology dan lokalisasi bisnis di enam negara, di mana Lazada beroperasi.
Pria yang telah menjadi Presiden Lazada Group sejak 2017 terakhir dan Lazada Indonesia CEO sejak Juli 2019 ini memiliki pengalaman tentang bisnis Lazada dan pasar e-commerce.
Baca juga : Peringati Hari Anti Narkotika, Puan: Jangan Lengah Lawan Peredaran Narkoba
Li menggantikan Pierre Poignant, yang kini akan menjadi asisten khusus Chairman dan CEO Alibaba Group, Daniel Zhang.
“Li adalah pemimpin berpengalaman yang bisa mewujudkan visi Lazada untuk memadukan perdagangan dan ekonomi untuk memajukan ekonomi digital Asia Tenggara,” ujar Lucy Peng, Chairwoman Lazada Group.
Di bawah kepemimpinan Pierre, Lazada mengalami pertumbuhan yang sehat selama dua tahun terakhir. Sebagai salah satu pendiri Lazada, Pierre telah menginspirasi kita semua dengan dedikasinya, kerendahan hati, dan keteguhannya.
Baca juga : Peringatan Para Ahli di GFN 20: Hati-hati Atur Regulasi Nikotin Alternatif
“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi Pierre dalam membangun fondasi kuat bagi kesuksesan jangka panjang Lazada,” ujarnya
Prioritas Lazada adalah menciptakan nilai unik bagi para penjual dan konsumen di Asia Tenggara. E-commerce tengah mengalami momentum luar biasa di seluruh Asia Tenggara, dan bersama para talenta lokal dimiliki.
“Kami akan memperkuat inovasi digital dan pengembangan bisnis Lazada untuk membekali para penjual untuk mencapai kesuksesan dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi para konsumen kami,” ujar Li, CEO Lazada Group ini.
Baca juga : Kaum Muda Perempuan Harus Siap Raih Tongkat Pimpinan Bangsa
Lazada melayani lebih dari 70 juta konsumen di enam negara selama dua belas bulan yang berakhir 31 Maret 2020. Perusahaan terus memperkuat pangsa pasarnya di Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Di periode yang sama, pesanan di Lazada Indonesia tumbuh lebih dari 170% year-on-year, yang melampaui kompetitornya di negara tersebut.
Lazada terus menerapkan strategi consumer engagement yang didorong teknologi kelas dunia dari ekonomi digital Alibaba. Pengembangan SDM lokal terus menjadi prioritas bagi Lazada. Saat ini, lebih dari 90% SDM Lazada adalah warga negara setempat. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya