Dark/Light Mode

Hasil Riset Iconomics

Industri Keuangan Wajib Berinovasi dan Adopsi Teknologi Digital

Sabtu, 27 Juni 2020 12:35 WIB
Acara Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands yang digelar Iconomics secara virtual, Jumat (26/6).
Acara Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands yang digelar Iconomics secara virtual, Jumat (26/6).

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil riset yang dilakukan Iconomics menunjukkan digitalisasi wajib dilakukan oleh seluruh perusahaan jasa keuangan. Setelah digitalisasi, perusahaan harus terus berinovasi.

Founder & CEO Iconomics Bram S Putro menjelaskan digitalisasi yang sudah diadopsi oleh perusahaan-perusahaan keuangan sekarang ini manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat saat pandemi Covid-19.

Tidak cuma perusahaan rintisan (startup) tapi juga perusahaan besar juga ikut mempermudah layanan melalui teknologi digital khususnya melalui smartphone.

"Kami melihat adopsi ini sangat bermanfaat saat Indonesia dan dunia dihantam oleh Covid-19. Industri Keuangan dengan inovasi dan teknologinya masih mampu memberikan pelayanan kepada publik," kata Bram dalam acara Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands yang digelar Iconomics secara virtual, Jumat (26/6).

Acara tersebut juga menghadirkan tokoh pengusaha, Sandiaga Uno untuk menjadi keynote speaker sekaligus sebagai penerima penghargaan dalam kategori Tokoh Transformasi Digital.

Baca juga : Partai Gelora Indonesia Gembleng Kader Melek Teknologi Digital

Bram melanjutkan, digital disrupsi yang beberapa tahun terakhir menjadi tantangan, ternyata mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi industri keuangan. Industri sudah lebih siap saat Covid-19 datang.

Terbukti ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing namun layanan tetap maksimal.

“Kemajuan teknologi digital pada industri jasa keuangan saat ini harus selalu diapresiasi. Seiring perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumen, khususnya millennial, digitalisasi hukumnya wajib, sudah tidak ada kompromi lagi," tuturnya.

Dia mengatakan, adanya digitalisasi bisa, akan semakin mempercepat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Sandiaga Uno menjelaskan bahwa inovasi dari transformasi teknologi digital harus terus didukung salah satunya dengan penghargaan.

Baca juga : Soal Vaksin Corona, Indonesia Pilih Kerja Sama Dengan China dan Norwegia

Menurut dia, perusahaan yang sering melakukan inovasi dan mengadopsi teknologi diyakini akan membuat perusahaan lebih kuat. "Perusahaan mampu untuk menghadapi berbagai kondisi termasuk dampak dari pandemi Covid-19," terang Sandiaga.

Perusahaan yang dibangun dengan kekuatan digital maka akan mampu menjangkau solusi-solusi yang inovatif dan aplikatif di tengah pandemi Covid 19 ini.

Misalnya cashless banking menjadi salah satu pendorong perubahan-perubahan budaya. Dia mencontohkan, jika dulu harus pegang uang tunai tetapi sekarang harus dalam bentuk pembayaran yang digital. Ini adalah bagian dari pada digitalisasi yang terjadi di seluruh sistem ekonomi.

"Saya yakin dengan semakin banyaknya entrepreneur muda kita menciptakan peluang-peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan menciptakan inovasi-inovasi. Semoga layanan produk layanan jasa untuk kebutuhan sehari-hari kita semakin stabil dan terjangkau,” kata Sandiaga Uno.

Head Research The Iconomics, Alex Wijaya mengungkapkan, dalam survei industri di 10 kota di Indonesia dengan responden di atas 50 ribu menyatakan bahwa milenial sangat mengapresiasi keberadaan layanan keuangan digital.

Baca juga : Hasil Survei Polmatrix: Kepala Daerah Kuasai 6 Besar Kandidat Capres, PDIP dan PSI Menguat

"Bagi milenial sudah tidak asing lagi dengan layanan keuangan digital," katanya.

Indonesia’s Most Popular Digital Financial Brands Award (Millennials Choice) didasarkan pada konsep populer yaitu pemahaman dan apresiasi dari kaum milenial. Definisi milenial adalah responden yang pada bulan Februari 2020 berusia 19 sampai 36 tahun.

"Untuk dapat berjalan sesuai dengan ide populer tersebut, maka tim survei banyak melakukan dialog dengan nara sumber milenial melalui berbagai tahapan, yaitu focus group discussion, online quantitative survey, dan penilaian," katanya.

Dari seluruh proses tersebut Iconomics memberikan apresiasi penghargaan sesuai hasil survei yang telah dilakukan. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.