Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Usaha Sukma pun berkembang dengan pesat. Namun, pandemi virus Covid-19 membuat usaha Sukma mulai tersendat. Tak pelak, cicilan KUR yang tadinya sangat lancar menjadi tersendat.
"Sebelum pandemi, omzet usaha saya perhari tak kurang dari Rp 2 juta. Setelah pandemi tak bisa lebih dari Rp 1 juta," imbuhnya.
Untungnya, lanjut Sukma, lewat program PEN dengan skema restrukturisasi kredit, BNI menawarkan tambahan permodalan (KUR Mikro) sebesar Rp25 juta tanpa jaminan. Usaha Martabak Galbes pun kembali bangkit.
Baca juga : Neraca Perdagangan Juni Surplus Rp 18,51 T
"Dengan pembinaan dan pendampingan dari BNI, usaha martabak saya mulai merambah ke pemasaran online melalui GoFood dan GrabFood," tuturnya.
Ia pun sudah tidak lagi berjualan keliling melainkan sudah memiliki tempat usaha. Dan kini sudah bisa memiliki tiga cabang atau titik jualan martabak. "Saya merasakan betul manfaat dari jualan martabak secara online," katanya.
Selain Sukma, Tony Hidayat pun merasakan manfaat sentuhan program PEN bagi kelangsungan usahanya. Produsen dan pedagang ikan pindang (masak) di Pasar Parung, Kabupaten Bogor itu mengaku bahwa sejak pandemi Covid-19 omzet usahanya menurun drastis sekitar 50 persen.
Baca juga : Anggaran PEN UMKM Baru Terserap 0,20 Persen
"Biasanya, dari dua lapak milik saya, bisa menjual ikan pindang sebesar Rp 12 juta per hari. Namun, saat pandemi menurun menjadi tak lebih dari Rp 8 juta," terangnya.
Tony terbilang beruntung mendapat dukungan permodalan KUR Mikro dari BNI sebesar Rp 25 juta tanpa jaminan. Pasalnya, sebelumnya ia bukanlah debitor dari bank plat merah tersebut.
"Yang debitur KUR dari Bank BNI sebetulnya Pak Solihin, pedagang ikan yang levelnya ada di atas saya. Saya menjadi bagian kluster dari usaha Pak Solihin. BNI mapping para usaha mikro yang ada di kluster bisnis Pak Solihin. Alhamdulillah, saya termasuk yang mendapat dukungan permodalan KUR dari BNI," pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya