Dark/Light Mode

Dukung UMKM, Angkasa Pura II Beri Diskon 50 Persen Sewa Kios di Bandara

Sabtu, 15 Agustus 2020 18:37 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Menteri Koperasi UKM Teten Masduki seusai menandatangani kerjasama, Jumat (14/8). (Foto: Dok. Angkasa Pura II)
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Menteri Koperasi UKM Teten Masduki seusai menandatangani kerjasama, Jumat (14/8). (Foto: Dok. Angkasa Pura II)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) akan memberikan diskon biaya sewa kios untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di bandara-bandara yang dikelolanya. Langkah ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Angkasa Pura II meneken kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendukung perluasan akses pemasaran produk UMKM dengan menyediakan ruang usaha yang lebih murah.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan operator bandara telah melakukan persiapan untuk mendukung hal tersebut. “Sejak awal untuk peran UKM di bandara saya telepon Pak Awaluddin (Presiden Direktur AP II). Jadi yang disampaikan Pak Teten (Menteri Koperasi UKM itu sama dengan pembicaraan saya dengan Pak Awaluddin,” katanya, Sabtu (15/8)

Berita Terkait : Mantap, Angkasa Pura I Dipercaya Kelola Bandara Asing

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan akan memberikan dukungan ruang usaha bagi UMKM dengan tarif sewa lebih murah 50 persen dari biaya normal.

“Kami siapkan hampir 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara. Nilai sewa khusus bagi UMKM adalah 50 persen dari biaya normal," ungkapnya.

Di dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan Kementerian BUMN dalam waktu dekat akan meluncurkan program PaDi (Pasar Digital) untuk mendukung UMKM agar dapat ikut dalam pengadaan belanja modal BUMN untuk sejumlah kategori pekerjaan dengan nilai Rp 250 juta hingga Rp14 miliar.

Berita Terkait : Rahasia Sukses Angkasa Pura I Raih Pengakuan Internasional

“Kita akan luncurkan program PaDi bagi UMKM di mana program ini sangat riil karena kita memberikan kesempatan UMKM supaya bisa menyerap capex daripada BUMN. Kita memulai dari 8 jenis pekerjaan apakah catering, alat berat dan lain-lainnya,” jelas Erick.

Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan mendukung penuh program PaDi Kementerian BUMN. “Tender pekerjaan senilai Rp 250 juta sampai Rp14 miliar akan pindah porsinya ke UMKM. Kami akan menata jenis pekerjaan mana saja yang esuai dengan program PaDi Kementerian BUMN, dapat dipindahkan ke pelaku UMKM,” jelasnya.

Saat ini, AP II mengelola berbagai bandara di Indonesia mulai dari Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Silangit (Tapanuli Utara).

Berita Terkait : Angkasa Pura I Buka Seleksi Mitra Usaha Di Tiga Bandara

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan IskandarMuda (Aceh) dan Minangkabau (Padang). [SRI]