Dark/Light Mode

Pakai Gas PGN, UMKM Bisa Hemat Biaya Produksi

Kamis, 24 September 2020 20:18 WIB
Pegawai PGN menyalurkan gas PGN ke pelaku UMKM. (Foto: ist)
Pegawai PGN menyalurkan gas PGN ke pelaku UMKM. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen menyediakan sumber energi yang bersih dan ekonomis untuk pelanggan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), melalui program Gas Kita. Pasalnya, UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian negara.

UMKM merupakan bagian dari segmen usaha distribusi PGN dan tergolong sebagai Pelanggan Kecil (PK), dengan menggunakan moda distribusi pipa maupun non pipa. Oleh karena itu, PGN berupaya mendukung UMKM agar terus berjalan, bahkan meningkat, khususnya di masa pandemi saat ini. 

Salah satu UMKM yang mulai berlangganan gas PGN saat pandemi adalah Martabak Bryan di Jalan Raya Bojonegara, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. UMKM itu merupakan bagian dari HOKKY Group.

Salah satu pekerja Martabak Bryan, Agus mengungkapkan, dalam sebulan mereka mengeluarkan biaya jika menggunakan energi lain sekitar Rp 7.700.000. Sedangkan, dengan menggunakan gas bumi, biaya yang dikeluarkan menjadi sekitar Rp 2.219.000, sehingga penghematan yang diperoleh lebih dari 70 persen.

Baca Juga : Mahasiswa Diajak Aktif Edukasi Masyarakat Soal Mitigasi Dan Adptasi

"Selain dari sudut harga, faktor keamanan dan kepraktisan yang juga menjadi bahan pertimbangan memilih gas PGN," ujar Agus .

Sales Area Head Cilegon, Dini Mentari mengatakan, Martabak Bryan mempunyai 8 cabang. Kalau yang sudah menggunakan gas PGN ini merupakan cabang yang pertama dan merupakan pilot project. Sedangkan cabang yang lain masih dalam proses berlangganan gas.

Menurut Dini, keuntungan UMKM bisa bertambah jika menggunakan gas PGN, karena menggunakan gas bisa menekan biaya produksi. Selain itu, Gas bumi dapat mengalir 24 jam tarif yang lebih terjangkau dibandingkan dengan bahan energi lain.

Pekerjaan pemasangan pipa instalasi gas dilakukan oleh anak perusahaan PGN yaitu PT PGAS Solution, dengan SOP yang tetap menerapkan protokol Covid-19 secara ketat pada masa pandemi seperti saat ini.

Baca Juga : Djoko Tjandra Dikorek Soal DP Rp 7 M Untuk Pengurusan Fatwa MA

“Ada 7 pelanggan PGN sektor UMKM yang terdata di Cilegon dan rata-rata bergerak di sektor kuliner. Kedepan, PGN terus berupaya untuk meningkatkan layanan gas bumi agar pemanfaatan gas bumi dapat semakin meluas,” ungkap Dini.

Dini melanjutkan, PGN membuka kesempatan yang sebesar-besarya bagi UMKM lain di Cilegon yang berminat untuk menggunakan gas bumi. Harapannya, UMKM pengguna gas bumi bisa semakin berkembang usahanya.

Selain menjaga kelancaran penyaluran gas, PGN juga memberikan edukasi kepada pelanggan terkait dengan keamanan dan pemakaian gas yang tepat. “PGN senantiasa memberikan simulasi dan edukasi sebelum gas tersambung. Lalu sosialiasi penanganan apabila terjadi pemasalahan pada pipa, aliran gas, valve meter, dan sebagainya,” imbuh Dini.

Dini menjelaskan bahwa PGN selalu memenuhi kebutuhan gas bumi masyarakat yang aman dan efisien, sehingga bisa memberikan nilai lebih. Adapun saat ini, PGN juga telah malayani lebih dari 4960 pelanggan rumah tangga melalui jargas di wilayah Cilegon dan beberapanya adalah sector UMKM. 

Baca Juga : Kalau Saudi Oke, Jamaah Yang Tertunda Sejak 27 Februari Diprioritaskan Berangkat

PGN optimis untuk memperluas pemanfaatan gas bumi, sehingga masyarakat bisa menggunakan gas tidak hanya untuk memasak kebutuhan sehari-hari tetapi juga bisa untuk berwirausaha.

Saat ini, PGN telah melayani kebutuhan gas bumi ke lebih dari 1640 pelanggan kecil, termasuk UMKM, di berbagai daerah. Dengan performa gas yang mengalir 24 jam dan harganya yang terjangkau, akan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya. 

“Oleh karena itu, PGN berharap dapat meningkatkan kemampuan UMKM yang mandiri dan berdaya saing di berbagai wilayah, sehingga mampu menunjang pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional,” ujar Corporate Secretary PGN, Rachmat Hutama. [DIT]