Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Harga Batubara Acuan (HBA) pada bulan Oktober 2020, mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sempat turun pada September menjadi 49,42 dolar AS atau Rp 734.031per ton, bulan ini HBA ditetapkan sebesar 51 dolar AS atau Rp 757.499 per ton.
"Sinyalemen positif industri yang mulai bangkit di China dan Jepang, telah mengerek kenaikan HBA Oktober 2020. Permintaan batubara dari China meningkat, karena harga batubara domestik di sana lebih tinggi ketimbang harga batubara impor," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Kamis (1/10).
Baca juga : Kepung Militan, 3 Tentara Lebanon Tewas
Kian membaiknya industri baja dan otomotif Jepang, ikut meningkatkan permintaan batubara global. Naiknya permintaan batubara di beberapa negara menyebabkan naiknya rata-rata indeks bulanan penyusun HBA. ICI naik 0,53 persen, Platt's naik 0,12 persen, GCNC naik 6,29 persen, dan NEX naik 6,01 persen.
Sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global sepanjang tahun 2020, HBA sempat menguat sebesar 0,28 persen di angka 67,08 dolar AS atau Rp 996.164 per ton di bulan Maret dibanding bulan Februari 66,89 dolar AS atau Rp 992.343 per ton.
Kemudian, HBA terus melemah hingga ke angka 65,77 dolar AS atau Rp 976.710 per ton di bulan April dan 61,11 dolar AS atau Rp 907.359 per ton di bulan Mei.
Baca juga : Pengusaha Smelter Belum Patuhi Harga Nikel Patokan Dari Pemerintah
Selanjutnya di bulan Juni turun ke angka 52,98 dolar AS atau Rp 786.774 per ton, Juli 52,16 dolar AS atau Rp 774.596 per ton, dan Agustus 50,34 dolar AS atau Rp 747.569 per ton.
Sebagai informasi, HBA sendiri diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya.
Kualitas disetarakan pada kalori 6322 kcal per kilogram GAR. Nantinya, harga acuan ini akan digunakan secara langsung dalam jual beli komoditas batubara (spot) selama satu bulan, pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya