Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Posisi LDR Di 93 Persen
Pahala Klaim Likuiditas BTN Di Posisi Terkuat
Selasa, 13 Oktober 2020 06:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memastikan, posisi likuiditasnya hingga September 2020 menjadi yang terkuat. Hal ini lantaran ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang selalu positif.
Baca juga : Ditopang DPK, Likuiditas BTN Catat Pertumbuhan Positif
Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury menjelaskan, banyak DPK yang masuk ke perseroan hingga September 2020. Hingga kuartal III-2020, DPK BTN tercatat tumbuh di level sekitar 18,17 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Selain ditopang berbagai inovasi, menurut Pahala, Quantitative Easing (QE) turut menyumbang pergerakan positif DPK.
Baca juga : DKI Laporkan 941 Kasus Baru dan 729 Kasus Sembuh
“Posisi loan to deposit ratio (LDR) kami berada di bawah 95 persen atau sekitar 93 persen di September 2020. Ini menjadi salah satu posisi likuiditas terkuat kami saat ini,” jelasnya dalam keterangan di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, sejalan dengan kenaikan DPK tersebut, porsi dana murah (current account savings account/CASA) BTN juga terpantau naik. Kenaikan dana murah itu sejalan dengan target bisnis BTN, untuk menggenjot porsi tabungan.
Baca juga : Hati-hati, Jumlah Kasus Baru Masih Tinggi, Didominasi OTG
“Secara bertahap kami akan terus meningkatkan porsi dana murah, dengan memangkas porsi dana mahal,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya