Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bos Pupuk Kaltim: Program Agro Solution Kerek Produktivitas Pertanian Jember

Jumat, 6 Nopember 2020 13:16 WIB
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi (kiri) memberikan bantuan pupuk untuk petani Jember, Kamis (5/11). (Foto: ist)
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi (kiri) memberikan bantuan pupuk untuk petani Jember, Kamis (5/11). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia meluncurkan program Agro-Solution. Program ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian demi mendukung ketahanan pangan.

Peluncuran program Agro-Solution Pupuk Indonesia Group serta Panen dan Penanaman Padi Program Agro-Solution dilakukan Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman di Jember, Kamis (5/11).

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi, mengatakan, Agro Solution adalah program pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan. Program ini melibatkan rantai pasok dan didukung teknologi, dengan berbasis pada triple bottom line 3P: people, planet dan profit.

“Kerja sama  ini turut melibatkan sejumlah pihak, seperti perbankan, asuransi pertanian hingga offtaker, guna mendukung produktivitas pertanian,” ujar Rahmad, Jumat (6/11).

Program Agro Solution digagas karena petani memiliki keterbatasan akses pasar, akses finansial dan akses teknologi. Akibatnya produktivitas dan kesejahteraan petani terbatas. 

Berita Terkait : Pupuk Indonesia Resmi Canangkan Agro Solution

Dari program ini, kata Rahmad, petani tak hanya mendapat modal untuk mendapatkan bibit, pupuk dan pestisida saja, tapi juga asuransi sebagai antisipasi kerugian saat gagal panen. Begitu pula penjualan hasil produksi, juga difasilitasi kepada offtaker dengan harga lebih tinggi dari skema harga pasar.

Lebih lanjut, Rahmad menjelaskan, program Agro-Solution telah diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Gorontalo, dengan komoditi padi, jagung dan singkong, di lahan seluas 1,427 hektar.

Di Kabupaten Jember, program Agro-Solution diikuti oleh 175 petani dengan total luas lahan 242,4 hektar, di 15 kecamatan, yaitu Ajung, Balung, Bangsalsari, Jombang, Kalisat, Kaliwates, Puger, Rambipuji, Semboro, Silo, Sukowono, Sumberjambe, Tanggul, Wuluhan dan Ambulu.

Program Agro-Solution terbukti meningkatkan produktifitas petani. Ini dibuktikan dengan meningkatknya profitas petani. Dari yang sebelumnya hasil panen padi sebanyak 7 ton per hektar, meningkat 52,9 persen menjadi 10,7 ton per hektar. 

Pupuk Kaltim optimis Agro-Solution mampu meningkatkan keunggulan hasil pertanian secara kompetitif. Program ini juga akan menciptakan komunitas masyarakat yang produktif di sepanjang rantai pasok pertanian, untuk meningkatkan ketersediaan pangan sesuai kebutuhan pasar. 

Berita Terkait : Kemenkes-Satgas Covid-19 Rekrut Ribuan Contact Tracer

“Kami optimis Agro Solution dapat meningkatkan kesejahteraan petani yang akan berimplikasi langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” terang Rahmad.

Program Agro-Solution mendapat dukungan penuh dari induk perusahaan Pupuk Indonesia, bahkan siap diimplementasikan di seluruh wilayah di Indonesia, dalam rangka memajukan sektor pertanian Indonesia. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, tujuan program Agro-Solution adalah untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Bila produktivitas meningkat dan dapat dipasarkan dengan harga yang bagus, maka pendapatan petani juga akan meningkat dan kesejahteraan petani juga akan semakin baik.

Menurut Bakir, program ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah dengan mengurangi penggunaan pupuk bersubsidi. Hasilnya petani Jember membuktikan bahwa tanpa pupuk subsidi, petani Indonesia bisa mendapat penghasilan tambahan dan menjadikan petani lebih makmur. 

Program Agro Solution juga mendapat sabutan positif dari Pemerintah Kabupaten Jember melalui Asisten 2 Arismaya Parahita. Program ini adalah konsep bisnis pertanian yang sangat ideal karena membantu mengatasi 90 persen persoalan pertanian Jember yang berada di sektor non pertanian. Seperti bisnis, agro industri, pasokan pupuk dan alat bantu pertanian, perangkat keras, serta aspek-aspek lain di luar kemampuan kelompok tani. 

Berita Terkait : PGN: Penurunan Harga Gas Kerek Produktivitas Industri

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia dan seluruh stakeholders yang terlibat, karena program ini telah membantu para petani untuk mengatasi problem-problem spesifik,” terang Arismaya Parahita.

Distributor pupuk, CV Artaguna juga mengapresiasi program ini. Menurut Direktur CV Artaguna, Pranata Kusuma Jaya, dari hasil pembinaan Pupuk Kaltim bisa menghasilkan 12,1 ton.

“Hasil ini tentunya dari usaha maksimal kami yang didukung oleh stakeholders terkait, serta kebutuhan pupuk dan pestisida yang selalu dicukupi oleh Pupuk Kaltim,” terang Pranata.

Dalam kesempatan ini, Pupuk Kaltim juga menyerahkan bantuan pupuk non subsidi untuk petani Jember, yaitu 1 ton Urea Daun Buah yang diserahkan Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dan 1 ton NPK Pelangi yang diberikan oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi. [DIT]