Click Here

Dark/Light Mode

Luncurkan Program Penguatan Tracing

Kemenkes-Satgas Covid-19 Rekrut Ribuan Contact Tracer

Rabu, 4 Nopember 2020 14:06 WIB
Pelaksanaan swab test Covid-19 (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)
Pelaksanaan swab test Covid-19 (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan Program Penguatan Tracing di 51 kabupaten/kota di 10 provinsi prioritas, Selasa (3/11). Selanjutnya, akan ada perekrutan ribuan tenaga contact tracer dan data manager.

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting mengatakan, upaya ini dilakukan melalui rekrutmen terbuka terhadap relawan contact tracer dan data manager di 51 kabupaten/kota di 10 provinsi. Yakni  Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua. 

“Ini juga mengikuti dengan task force yang dibentuk bersama Kemenkes. Karena provinsi ini adalah 10 yang prioritas dalam hal penyebaran penyakit Covid-19, demikian juga tingkat morbiditas dan mortalitasnya,” katanya, Selasa (3/11).

Berita Terkait : Gimana Sih Pasangan Calon Kepala Daerah Cerdas Itu?

Sepuluh provinsi prioritas tersebut ditentukan berdasarkan kriteria angka penularan dan konfirmasi positif tinggi. Pelaksanaan program penguatan tracing untuk menurunkan case fatality rate dan mengatasi penularan. Petugas yang bekerja sebagai tracer ini merupakan yang sudah terbiasa dengan surveilans yang dipimpin Kemenkes dan dinas kesehatan kabupaten/kota. 

Kemenkes dan Satgas bidang kesehatan bersinergi dalam rangka meningkatkan jumlah petugas lapangan dengan merekrut 8.060 tenaga tracer dan menempatkannya di 1.612 Puskesmas. Sebelum ditempatkan, mereka akan dilatih kemudian ditempatkan selama 2 bulan.

Selain tracer, akan direkrut pula 2 petugas data manager untuk setiap dinas kesehatan di 51 kabupaten/kota. Data manager nantinya akan membantu dinas kesehatan dalam menyusun analisis epidemiologi dan memberikan rekomendasi kebijakan terhadap pengendalian Covid-19 di wilayahnya masing-masing. “Dengan Program Penguatan Tracing ini daerah-daerah dapat mendeteksi lebih dari 80 persen kontak erat dari kasus konfirmasi,” tambah Alexander.

Berita Terkait : Tak Cuma Irit, Kampanye Virtual Juga Cegah Penularan Covid

Pelacakan kontak erat ditargetkan minimal 80 persen dan dikarantina dalam waktu 72 jam sejak dikonfirmasi, dan minimal 80 persen kontak erat dilakukan pemantauan selama 14 hari sejak paparan terakhir. Saat pelaksanaannya para tracer dapat menggunakan aplikasi pelacakan kontak melalui silacak.kemkes.go.id sebagai salah satu instrumen agar kegiatan ini bisa dilaksanakan secara komprehensif dan terintegrasi.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Muhammad Budi Hidayat mengatakan, keberhasilan dalam menghadapi pandemi Covid-19 tidak lepas dari kolaborasi dan koordinasi semua pihak baik tingkat pusat maupun daerah. “Kolaborasi ini diperlukan dalam pelaksanaan pelacakan kontak yang merupakan komponen penting dalam pemutusan rantai penularan Covid-19,” ucapnya.

Namun demikian, perlu adanya monitoring dan supervisi kegiatan pelacakan kontak yang harus dilakukan mulai dari tingkat terkecil yakni Puskesmas. [DIR]